GANGGUAN REPRODUKSI (LEUKOREA) PATOLOGIS

GANGGUAN REPRODUKSI (LEUKOREA) PATOLOGIS

BAB I

PENDAHULUAN


1.1.      LATAR BELAKANG

Leukorea (whiete discharge, fluor albus, keputihan) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genitalia yang tidak berupa darah. 

Sumber cairan ini dapat berasal dari sekreasi vulva, cairan vagina, sekresi serviks, sekresi uterus, atau sekresi tuba falopii, yang dipengaruhi fungsi ovarium (Mansjoer, dkk, 2001). 

Keputihan adalah semua pengeluaran cairan alat genitalia yang bukan darah. Keputihan bukan penyakit tersendiri, tetapi merupakan manifestasi gejala dari hampir semua penyakit kandungan (Manuaba, 1999).

Keputihan apabila tidak segera diobati dapat berakibat lebih parah dan bukan tidak mungkin menjadi penyebab kemandulan. Penyebab keputihan berlebihan terkait dengan cara kita merawat organ reproduksi. Misalnya, mencucinya dengan air kotor, memakai pembilas secara berlebihan, menggunakan celana yang tidak menyerap keringat, jarang mengganti celana dalam, tak sering mengganti pembalut.

Oleh karena itu saya mengambil topik ini, selanjutnya teori dan asuhan yang diberikan akan di bahas dalan ASUHAN KEBIDANAN ini.


1.2.      RUMUSAN MASALAH

1.      Apa yang dimaksud dengan Leukorea?

2.      Bagaimana asuhan kebidanan pada penderita Leukorea?



1.3.      TUJUAN

1.      Tujuan Umum

Selama Praktek Klinik diharapkan mahasiswa dapat mengambil pengalaman yang berharga dari kegiatan tersebut. Dengan melakukan Asuhan Kebidanan kepada klien sesuai dengan teori yang ada dan kenyataan sehingga dalam pembuatan makalah Asuhan Kebidanan dapat berlangsung dengan baik.



2.      Tujuan Khusus

1.     Melakukan pengkajian data yang di dapat dari data sunjektif dan objektif

2.     Mengidentifikasi diagnosa, masalah dan kebutuhan.

3.     Mengantisipasi masalah yang dapat terjadi dan cara penanganannya

4.     Identifikasi kebutuhan dan tindakan segera.

5.     Melakukan Intervensi

6.     Melakukan Implementasi.

7.     Mengevaluasi



1.4.      RUANG LINGKUP

Dalam Asuhan Kebidanan ini membahas tentang Asuhan Kebidanan pada Ny.”E” Dengan Leukorea.



1.5.      PELAKSANAAN

Pengumpulan data di laksanakan di BPS Dwenti Krudiah, Amd. Keb. Pada tanggal 25 Januari 2010 s/d 03 Februari 2010.




 BAB II

LANDASAN TEORI


1.      Definisi Keputihan

Menurut Wiknjosastro (1999) Leukorea (whiete discharge, fluor albus, keputihan) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genitalia yang tidak berupa darah. 

Keputihan adalah semua pengeluaran cairan alat genitalia yang bukan darah. Keputihan bukan penyakit tersendiri, tetapi merupakan manifestasi gejala dari hampir semua penyakit kandungan (Manuaba, 1999).

Keputihan (leukorea atau flour albus) adalah cairan yang keluar dari vagina. Dalam keadaan biasa, cairan ini tidak sampai keluar, namun belum tentu bersifaat patologis. Pengertian lain dari leukorea atau flour albus, yaitu:

-Setiap cairan yang keluar dari vagina selain darah. Dapat berupa sekret, transudasi, atau eksudat dari organ atau lesi di saluran genital.

-Cairan normal vagina yang berlebih, jadi hanya meliputi sekreasi dan transudasi yang berlebih , tidak termasuk eksudat.

Sumber cairan ini dapat berasal dari sekreasi vulva, cairan vagina, sekresi serviks, sekresi uterus, atau sekresi tuba falopii, yang dipengaruhi fungsi ovarium (Mansjoer, dkk, 2001). 

2.      Jenis Keputihan (Leukorea)

Ø      Jenis dan tanda-tanda keputihan (leukorea)

Keputihan dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu :

-Keputihan normal (fisiologis)

Keputihan yang fisiologis terjadi pada saat menjelang, sesudah, atau di tengah-tengah siklus menstruasi. Jumlahnya tidak terlalu banyak, jernih/putih, tidak biasanya keputihan fisiologis ini disebabkan oleh hormon yang ada di dalam tubuh kita.

-Keputihan penyakit abnormal (patologis).

Keputihan patologis ditandai dengan jumlahnya yang amat banyak, berwarna, berbau, dan disertai keluhan-keluhan seperti gatal, nyeri, terjadi pembengkakan, panas dan pedih ketika buang air kecil, serta dan nyeri di perut bagian bawah.

Wiknjosastro, dkk (1999) mengatakan leukorea dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fisiologik dan patologik. Leukorea fisiologik terdiri atas cairan yang kadang-kadang berupa mukus yang mengandung banyak epitel dengan leukosit yang jarang, sedang pada leukorea patologik terdapat banyak leukosit.

Manuaba (1999) mengatakan bahwa keputihan fisiologis dijumpai pada keadaan menjelang menstruasi, pada saat keinginan seks meningkat, dan pada waktu hamil. Keputihan bukan penyakit, tetapi gejala dari berbagai penyakit sehingga memerlukan tindak lanjut untuk menegakkan diagnosis.

Jenis keputihan lain yang agak jarang terjadi adalah keputihan karena tumor terutama tumor ganas. Keputihan yang seperti nanah, berbau dan kadang- kadang bercampur darah serta sakit waktu berhubungan badan, selain disebabkan oleh bakteri-bakteri di atas bisa juga disebabkan karena tumor ganas

3. Penyebab keputihan (leukorea)

Penyebab paling penting dari leukorea patologik ialah infeksi. Di sini cairan mengandung banyak leukosit dan warnanya agak kekuning-kuningan sampai hijau, seringkali lebih kental dan berbau. Radang vulva, vagina, serviks dan kavum uteri dapat menyebabkan leukorea patologik; pada adneksitis gejala tersebut dapat pula timbul. Selanjutnya leukorea ditemukanpada neoplasma jinak atau ganas, apabila tumor itu dengan permukaannya yang sebagian atau seluruhnya memasuki lumen saluran alat-alat genital (Wiknjosastro, 1999).

Penyebab utama dari keputihan adalah suatu jenis binatang satu sel yang disebut Trichomonas vaginalis. Keputihan karena kuman ini akan menimbulkan cairan putih, sebagian merasa gatal dan panas. Datangnya infeksi kuman ini bisa datang sendiri, misalnya dari tangan atau celana tanpa sengaja, atau saling menukar pakaian. Namun menurut pene- litian, sebagian besar Trichomonas menular melalui hubungan seks. Untungnya, keputihan jenis ini tidak terlalu berbahaya dan mudah disembuhkan.

Penyebab lain yang sering timbul adalah sebangsa jamur. Beda keputihan jenis ini adalah gatalnya yang luar biasa dan bisa timbul setiap saat. Akibat- nya, si penderita menggaruk-garuk terus organ seksnya. Tetapi jenis inipun cukup mudah disembuhkan, karena obat-obat anti jamur sangat ampuh terhadap keputihan ini.

Penyebab lain adalah bakteri-bakteri yang banyak sekali jenisnya. Tetapi yang terpenting adalah menular melalui hubungan seks. Ada dua bakteri yang sangat sering menimbulkan keputihan dan tertular melalui hubungan seks yang disebut Gonorhoe (GO) dan Chlamydia. Kedua penyakit ini hampir sama gejalanya yakni menimbulkan keputihan yang berat dan warna cairan umumnya putih kuning dengan bau yang cukup menyengat. Pada GO sering disertai rasa perih waktu buang air kecil. Pada Chlamydia hal itu tidak begitu terasa.

Keputihan lain karena bakteri mungkin saja terjadi walaupun tidak melalui hubungan seks. Karena berbagai perubahan dalam vagina serta masuknya kuman-kuman baru, maka timbul infeksi bakteri-bakteri tertentu. Ada wanita yang cebok di WC umum jadi keputihan. Bisanya bakteri ini juga menimbulkan gejala yang hampir sama dengan penyakit kelamin, yaitu keputihan berupa keluarnya nanah dan berbau sangat menyengat.

Wanita sebaiknya tidak terlalu sering dan terlalu lama memakai celana jins ketat dan tebal. Ditambah dengan udara yang semakin panas, maka udara di daerah vagina pun menjadi tambah panas. Dari situlah penyakit keputihan bisa menyerang wanita

Leukorea fisiologik ditemukan pada:

1)      Bayi yang baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari; penyebabnya ialah pengaruh estrogen dari placenta terhadap uterus dan vagina janin;

2)      Waktu di sekitar menarche karena mulai terdapat pengaruh estrogen; leukorea di sini hilang sendiri, akan tetapi dapat menimbulkan keresahan pada orang tuanya;

3)      Wanita dewasa apabila ia dirangsang sebelum dan pada waktu koitus, disebabkan oleh pengeluaran transudasi dari dinding vagina;

4)      Waktu di sekitar ovulasi, dengan sekret dari kelenjar-kelenjaar serviks uteris menjadi lebih encer;

5)      Pengeluaran sekret dari kelenjar-kelenjar serviks uteri juga bertambah pada wanita dengan penyakit menahun, dengan neurosis dan pada wanita dengan ektropion porsionis uteri (Wiknjosastro, dkk, 1999)

Keputihan apabila tidak segera diobati dapat berakibat lebih parah dan bukan tidak mungkin menjadi penyebab kemandulan. Penyebab keputihan berlebihan terkait dengan cara kita merawat organ reproduksi. Misalnya, mencucinya dengan air kotor, memakai pembilas secara berlebihan, menggunakan celana yang tidak menyerap keringat, jarang mengganti celana dalam, tak sering mengganti pembalut

Keputihan patologis biasanya disebabkan oleh infeksi atau peradangan yang terjadi karena beberapa sebab. Misalnya, gejala keganasan organ reproduksi atau adanya benda asing dalam rahim atau saluran kemaluan 

Sifat dan banyaknya keputihan dapat memberi petunjuk ke arah penyebab. Demikian pula halnya dengan indikasi lain seperti lama keluhan, terus menerus atau pada waktu tertentu saja, warna, bau disertai rasa gatal atau tidak.

Beberapa penyebab keputihan yang abnormal:

1)      Infeksi jamur, keluarnya keputihan yang berwarna putih atau kekuningan, konsistensi seperti keju disertai rasa gatal, biasanya disebabkan oleh jamur candida atau monillia

2)      Infeksi kuman trichomonas, jenis ini ditandai dengan keluarnya cairan yang berwarna kehijauan, berbusa disertai rasa gatal

3)      Infeksi bakteri vaginosis, ditandai dengan keluarnya cairan berwarna keabu-abuan dan berbau

4)      Penyakit menular seksual, ditandai dengan keluarnya cairan yang bersifat ‘cheesy’, berbau dan bercampur darah

5)      Kanker leher rahim, ditandai dengan keluarnya cairan yang tidak disertai gatal, biasanya disertai bau busuk

Beberapa penyebab keputihan lainnya:

1)      Vaginitis atropik, timbul pada usia lanjut (menopause), biasanya disertai rasa nyeri akibat kurangnya hormon estrogen

2)      Obat-obatan, seperti: antibiotika, obat kontrasepsi yang mengandung estrogen

3)      Radiasi pada organ reproduksi, penyinaran pada organ reproduksi dapat menyebab rangsangan pengeluaran cairan keputihan

4)      Adanya benda asing seperti adanya benang, kasa tampon atau benda lain yang secara sengaja/tidak sengaja ada di dalam jalan lahir (vagina)

4. Perawatan dan Hal-hal Yang Perlu di Perhatikan saat Keputihan

Bila mengalami gejala keputihan yang tidak normal, kita perlu segera pergi ke dokter untuk dilakukan pengetesan, agar segera diketahui penyebabnya. Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, kita juga bisa menggunakan vaginal toilet atau vaginal douche Keduanya untuk menguras vagina dengan larutan antijamur dan antiseptik, sehingga lendir dapat dibersihkan. Tindakan ini akan sangat membantu penyembuhan dan pencegahan kambuhnya penyakit. Hanya saja, tindakan ini tidak boleh dilakukan terlalu sering karena bisa membunuh bakteri-bakteri yang dibutuhkan untuk menjaga keasaman daerah tersebut.

Pada masyarakat kita, keputihan paling banyak disebabkan oleh jamur dan bakteri yang hobi bersarang di daerah lembap. Wilayah sensitif kita itu memang semestinya selalu kering, baik dari keringat maupun air. Jadi, disarankan apabila selesai buang air kecil kita mengeringkannya dengan tisu atau handuk bersih dan kering





Hal-hal yang perlu diketahui/diperhatikan :

1)      Jagalah kebersihan daerah organ reproduksi untuk mencegah beberapa penyakit / penyebab keputihan

2)       Jangan menggunakan obat-obatan untuk pembilasan vagina secara rutin dan berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya flora normal yang ada di vagina yang bertugas melindungi terhadap kuman dari luar

3)       Hindari stress yang berlebihan

4)      Pada penderita diabetes usahakan kadar gula yang stabil

5)      Segera ke dokter bila keputihan berlebihan

Untuk mengantisipasi munculnya keputihan, seorang wanita harus rajin membersihkan daerah vaginanya, dan rajin mengganti celana dalam- minimal tiga kali sehari. Kalau ada tanda-tanda keputihan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk menghindari akibat yang lebih parah.


BAB III

TINJAUAN KASUS


I.       PENGKAJIAN DATA

      Tanggal     : 03-02-2010     Jam : 16.00 Wib    Tempat: BPS Dwenti, Amd.Keb

A.    Data Subyektif

1.  Identitas
Nama               :   Ny “E”   
Nama              :  Tn “H”

Umur               :   25 tahun   
Umur               :  30 tahun

Agama             :   Islam   
Agama            :  Islam

Pendidikan      :   SMA   
Pendidikan      :  SMA

Pekerjaan         :   IRT   
Pekerjaan        :  Swasta

Suku/Bangsa   :   Jawa/Indonesia   
Suku/ Bangsa  :  Jawa/Indonesia

Alamat            :   Kaotan, Sumberejo

                            Lamongan                                 
Alamat            :  Kaotan, Sumberejo

                          Lamongan




2.  Status Perkawinan

Perkawinan ke     :   1

Umur kawin        :   ± 21 tahun

Lama kawin        :   ± 4 tahun



3.  Keluhan Utama

Ibu mengatakan merasakan gatal pada kemaluannya, serta mengalami keputihan yang sangat banyak sejak 2 minggu yang lalu, konsistensinya kental, warna kekuningan dan berbau.



4.  Riwayat Kesehatan Sekarang

Ibu mengatakan merasakan gatal pada daerah kemaluanya, mengalami keputihan yang sangat banyak (± ganti pembalut 3 x/ hari) sejak 1 minggu yang lalu, periksa 1 x ke bidan kemudian kambuh lagi setelah obat habis.



5.   Riwayat Kebidanan

a. Haid

Menarche           : 13 tahun

Siklus                 : teratur (28 – 30 hari)

Banyaknya         : hari I – II       : ± 2 - 3 kotek penuh/hari

                          hari II – IV    : ± 2 - 3 kotek sedang/hari

                          hari V – VII  : ± 1 - 2 kotek sedikit/hari

Warnanya           : Hari I             : merah kehitaman

                             Hari II – III   : merah segar

                          Hari IV – V   : merah kecoklatan

                          Hari VI – VII            : kekuningan

Baunya               : anyir

Keluhan              : tidak ada

Flour Albus        : ada dan gatal (warna kekuningan, konsistensi kental dan berbau)



b.  Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang Lalu


c.   Riwayat KB

Ibu mengatakan setelah kelahiran anak yang pertama menggunakan KB Suntik 3 bulan sampai sekarang.

d.  Riwayat Ginekologi

Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seksual, kangker payudara, kanker leher rahim dan juga tidak pernah menderita penyakit tumor kandungan.



6.      Riwayat Kesehatan Yang lalu

Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit penyakit menular (TBC, Hepatitis, PMS), penyakit menahun (DM, Hipertensi, Jantung), penyakit keturunan ( DM, Asma,dll)



7.      Riwayat Kesehatan Keluarga

Ibu mengatakan dalam keluarga baik dari pihak  suami maupun istri tidak ada yang menderita penyakit menular (TBC, Hepatitis, PMS), penyakit menahun (DM, Hipertensi, Jantung), penyakit keturunan ( DM, Asma,dll) dan tidak ada keturunan kembar.

8.      Pola Kebiasaan Sehari-hari :

             a. Nutrisi

Sebelum sakit : Makan 3x sehari porsi sedang  terdiri dari nasi, lauk, sayur  dan buah.

                        Minum air putih   5-6 gelas /hari.

Selama sakit : Makan 3x sehari porsi sedang  terdiri dari nasi, lauk, sayur dan buah.

                        Minum air putih 5-6 gelas /hari.

b. Eliminasi

Sebelum sakit: BAB 1x/hr konsistensi lunak, warna kuning, bau khas, tidak ada keluhan

                        BAK 5-6x/hr warna kuning jernih, bau khas, tidak ada keluhan.

Selama sakit : BAB 1x/hr konsistensi lunak, warna kuning, bau khas, tidak ada keluhan

                        BAK 5-6x/hr warna kuning jernih, bau khas, tidak ada keluhan.

c. Personal Hygiene

Sebelum sakit : Mandi, gosok gigi 2x/hr, Keramas 3x/mgg, ganti baju dan celana dalam 1x/hr.

Selama sakit    : Mandi, gosok gigi 2x/hr, Keramas 3x/mgg, ganti baju dan celana dalam dan pembalut 3x/hr.

   d. Aktifitas

Sebelum sakit : Melakukan pekerjaaan rumah seperti memasak, mencuci, menyetrika dan bersih-bersih.

Selama sakit : Melakukan pekerjaaan rumah seperti memasak, mencuci, menyetrika dan bersih-bersih

e. Istirahat

Sebelum sakit :  Tidur siang ±1 jam/hr

Tidur malam ±7 jam/hr.

Selama sakit    : Tidur siang ±1 jam/hr

Tidur malam ±7 jam/hr.

f. Seksual

Sebelum sakit :  Melakukan hubungan seksual. Tidak ada keluhan.

Selama sakit    : Melakukan hubungan seksual. Terasa risih.



9.      Data Psikososial

Ibu mengatakan hubungan ibu dengan suami dan seluruh anggota keluarga baik. Ibu cemas dengan kondisinya saat ini.



A.    Data Obyektif

1.      Pemeriksaan fisik umum

a.       Keadaan umu         : Baik

                    Kesadaran             : composmentis

                    Postur tubuh          : tegap

                            b.       Tanda-tanda vital

-          Tensi            :   136/80 mmHg               Nadi      :   80 x/menit

-          Suhu            :   37 °C                             RR         :   16 x/menit

                         c.    Antropometri

                     TB/BB              : 155 cm/54 kg

                     Lila                   : 22 cm

2        Pemeriksaan fisik khusus.

a.       Inspeksi

-      Kepala             :   kulit kepala baik, tidak ada kelainan, rambut tidak rontok.

-      Muka               :   simetris, bersih, tidak ada oedem, tidak pucat

-      Mata                :   simetris, bersih, conjungtiva merah muda, sklera putih.

-      Hidung            :   simetris, bersih, tidak ada polip, tidak ada sumbatan.

-      Mulut              :   simetris, bentuk normal, bersih, bibir lembab, tidak ada stomatitis, tidak ada caries, tidak terdapat gigi berlubang dan tidak ada pembesaran tonsil

-      Leher               :   bersih, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan juga vena juguralis.

-      Ketiak             :   bersih, tidak ada pembesaran kelenjar lymfe.

-      Dada               :   simetris, bersih, tidak ada tarikan intercostae

-      Payudara         :   simetris, bersih, tidak ada hiperpigmentasi areola mammae, puting susu menonjol.

-      Perut                :   bersih, tidak ada luka bekas operasi,

-      Genetalia         :   Terdapat sekret yang keluar dari vagina ( fluor albus) berwarna kekuningan,konsistensi kental dan berbau, tidak ada pembesaran kelenjar bartholini dan kelenjar skene, tidak terdapat Condyloma Acuminata dan Condyloma  matalata

-      Anus                :   bersih, tidak ada hemoroid.

-      Ekstermitas     :   Atas    : bentuk simetris, tidak ada oedem, pergerakan normal.

Bawah : bentuk simetris, tidak ada oedem, pergerakan normal, tidak ada varises





b.       Palpasi

-      Leher               :   tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid dan vena juguralis.

-      Ketiak             :   Tidak teraba pembesaran kelenjar limphe

-      Mammae         :   konsistensi kenyal, tidak ada tumor, tidak ada nyeri tekan.

-      Abdomen        :   Tidak ada benjolan, tidak ada pembesaran hepar dan tidak ada nyeri tekan.

c.       Auskultasi

-      Dada               :   tidak ada ronchi, wheezing dan tidak ada stridor, aritmia jantung teratur.

-      Abdomen        :   bising usus normal (18-20 x/ menit)

d.      Perkusi

Perut        : Tidak kembung

Reflek patella kanan/ kiri            : Å / Å



3.      Pemeriksaan Dalam

Tidak dilakukan

4.      Pemeriksaan Penunjang

Tidak dilakukan



II.  IDENTIFIKASI DIAGNOSA, MASALAH DAN KEBUTUHAN

      Dx   :   Ny.” E” Usia 25 Tahun Dengan Leukorea

Ds : Ibu mengatakan merasakan gatal pada kemaluannya, serta mengalami keputihan yang sangat banyak sejak 2 minggu yang lalu, konsistensinya kental, warna kekuningan dan berbau.

Do   :   -     Keadaan umum : baik.

-     TTV

TD    :  130/80 mmHg                            S    :  36 ° C 

N      :  80 x/menit                                  RR :  16x/mnit         

-     BB/ TB  :   54 kg/ 155 cm

-     Inspeksi:

Genetalia : Terdapat sekret yang keluar dari vagina ( fluor albus) berwarna kekuningan,konsistensi kental dan berbau , tidak ada pembesaran kelenjar bartholini dan kelenjar skene, tidak terdapat Condyloma Acuminata dan Condyloma matalata

Masalah        :  -  Gangguan rasa nyaman sehubungan dengan keputihannya.

Kebutuhan   :  -  Beri dukungan dan komunikasi terapeutik

                        - Ajari ibu cara melakukan vulva higiene

                       

III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL

      Infeksi Genetalia Intena



IV.  IDENTIFIKASI TINDAKAN SEGERA

                          -



V.    INTERVENSI

      Tanggal     : 03-02-2010                                            Jam    : 16.10 wib

      Dx             : Ny.” A” Usia 25 Tahun Dengan Leukorea.

  Tujuan       :   Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama ± 30 menit diharapkan Px dapat mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan oleh petugas serta rasa cemas bisa berkurang.

Kriteria      :   -   Ibu mampu mengulang kembali penjelasan yang diberikan oleh petugas.

                      -  Ibu mengetahui kondisinya

      Rencana    :

1.        Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu

R/ ibu dapat mengetaui kondisinya sehingga lebih kooperetif

2.        Berikan penjelasan/ informasi tentang Leukorea.

      R/  Dengan informasi yang jelas ibu mengerti apa itu Leukorea sehingga lebih kooperatif

3.        Berikan suport secara psikis dan komunikasi terapeutik pada ibu.

R/  Dengan pemberian suport pada ibu dapat mengurangi rasa cemas dan memberikan rasa aman dan nyaman.                

4.        Ajari ibu cara melakukan vulva higiene

R/  Dengan menjaga kebersihan diri Leukoria akan  segera berkurang.

5.        Beri terapy obat pada ibu sesuai dengan dosis

R/  Dengan dilakukannya pemberian teraphy sesuai dengan kebutuhan maka diharapkan kondisi anak cepat membaik.

6.        Anjurkan ibu untuk periksa ke Dr. SpOG

R/  Untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Lakukan pendokumentasian pada buku register pasien

R/  Sebagai bukti setelah melakukan tindakan



VI. IMPLEMENTASI

      Tanggal     : 03-02-2010                                    Jam    : 16.15 Wib

      Dx             : Ny.”E” Usia 25 Tahun Dengan Leukorea.

1.      Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa ibu mengalami keputihan yang di sebut Leukorea.

2.      Memberikan penjelasan dan informasi tentang leukorea.

Leukorea (whiete discharge, fluor albus, keputihan) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genitalia yang tidak berupa darah. 

Sumber cairan ini dapat berasal dari sekresi vulva, cairan vagina, sekresi serviks, sekresi uterus, atau sekresi tuba falopii, yang dipengaruhi fungsi ovarium (Mansjoer, dkk, 2001). 

Keputihan apabila tidak segera diobati dapat berakibat lebih parah dan bukan tidak mungkin menjadi penyebab kemandulan. Penyebab keputihan berlebihan terkait dengan cara kita merawat organ reproduksi. Misalnya, mencucinya dengan air kotor, memakai pembilas secara berlebihan, menggunakan celana yang tidak menyerap keringat, jarang mengganti celana dalam, tak sering mengganti pembalut

Keputihan patologis biasanya disebabkan oleh infeksi atau peradangan yang terjadi karena beberapa sebab. Misalnya, gejala keganasan organ reproduksi atau adanya benda asing dalam rahim atau saluran kemaluan 

Sifat dan banyaknya keputihan dapat memberi petunjuk ke arah penyebab. Demikian pula halnya dengan indikasi lain seperti lama keluhan, terus menerus atau pada waktu tertentu saja, warna, bau disertai rasa gatal atau tidak.

3.      Memberikan suport/dukungan pada ibu secara baik sehingga ibu merasa nyaman dan tidak merasa cemas dengan keadaannya saat ini.

4.      Mengajarkan pada ibu cara vulva hygiene yaitu dengan cara membersihkan vagina/kemaluan ibu dengan air dari atas kebawah tanpa menggunakan sabun dan ganti celana dalam setiap hari minimal 3x. Sehingga kuman tidak tumbuh

5.      Memberikan terapy obat antibiotik pada ibu:

            -     Cyprofloksasin      3 x 1 tablet

6.      Menganjurkan ibu untuk periksa ke Dr. SpOG untuk mendapatkan penangananya yang tepat.

7.      Melakukan pendokumentasian pada buku register pasien sebagai bukti setelah melakukan tindakan.



VII.          EVALUASI

      Tanggal     : 03-02-2010                                    Jam    : 16.30 Wib



      Dx             : Ny.” E” Usia 25 Tahun Dengan Leukorea

    S                : - Ibu mengatakan sudah mengerti dan memahami penjelasan yang   diberikan oleh petugas dan rasa cemas berkurang.

                        - Ibu bersedia untuk periksa ke Dr. SpOG.

        O               : - Ibu mampu mengulang kembali penjelasan yang diberikan oleh petugas

                            - Ibu mengerti cara minum obat yang benar

      A               : Ny.” E” Usia 25 Tahun Dengan Leukorea.

                          masalah teratasi sebagian.

      P                : Anjurkan ibu priksa ke Dr. SpOG

                          Siapkan surat rujukan



BAB IV

PENUTUP


4.1.      KESIMPULAN

Leukorea (whiete discharge, fluor albus, keputihan) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genitalia yang tidak berupa darah. 

Keputihan apabila tidak segera diobati dapat berakibat lebih parah dan bukan tidak mungkin menjadi penyebab kemandulan. Penyebab keputihan berlebihan terkait dengan cara kita merawat organ reproduksi. Misalnya, mencucinya dengan air kotor, memakai pembilas secara berlebihan, menggunakan celana yang tidak menyerap keringat, jarang mengganti celana dalam, tak sering mengganti pembalut

Setelah melakukan Asuhan Kebidanan pada Ny "E" Usia 25 Tahun Dengan Leukorea, yang meliputi : data subyektif dan data obyektif serta pemeriksaan fisik secara umum dan khusus. Sehingga kita bisa melakukan perencanaan tindakan  serta melakukan tindakan kepada pasien secara tepat dan benar. 



4.2.      KRITIK DAN SARAN

Kami menyadari bahwa dalam pembuatan Asuhan Kebidanan ini masih jauh dari kesempurnaan sehingga saya pribadi meminta saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan Asuhan Kebidanan yang saya buat  pada kesempatan yang lain.

Semoga Asuhan Kebidanan ini dapat bermanfaat bagi saya khususnya sebagai mahasiswa dan bagi para pembaca pada umumnya. Terima kasih.




DAFTAR PUSTAKA


      Sarwono Prawirohadjo. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta: YBP-SP

       Sarwono Prawirohadjo. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta: YBP-SP

Bagus Gde Manuaba. Prof. dr. Ida. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: ARCAN

Mansjoer A, dkk. 2008. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Acsulapius

Comments