GASTROENTRITIS ( DIARE )

GASTROENTRITIS ( DIARE )

 DIARE
Ketrampilan dasar praktek klinik ( KDPK ) merupakan salah satu ilmu yang membahas tentang ketrampilan dasar asuhan keperawatan dan kebidanan yang meliputi pemeriksaan fisik, personal hygiene dan pencegahan infeksi.
Dalam melaksanakan ketrampilan dasar praktek klinik kami selaku mahsiswa diharapkan memiliki ketrampilan kompetensi dan keprofesionalan yang tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien. Untuk itu dalam kegiatan praktek klinik ini kami mampu menjelaskan tentang kegiatan yang telah kami laksanakan di RSI Nasrul Ummah Lamongan.

A.     Pengertian Diare
Diare adalah buang air besar dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100,200 ml per jam) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat) dapat pula disertai Frekuensi defekasi yang maningkat (Whaley dan Wong’s. 1995).
Gastroentritis (Gt) adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan atau tanpa disertai muntah (sowden. Et.all.1996). gastroentitris diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekwensi yang lebih banyak dari biasanya (Fkui. 1965). Gastroentritis adalah inflamasi pada daerah lambung dan infestinal yang disebabkan oleh bakteri yang bermacam-macam, virus dan parasit yang patogen (Whaley dan Wong’s. 1995).
Gastroentritis adalah kondisi dengan karekteristik adanya muntah dan diare yang di sebabkan oleh infeksi alergi atau keracunan zat makanan (merlenan mayers. 1995). Dari keempat pengertian pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan frekwensi lebih banyaka dari biasanya yang disebabkan oleh bakteri virus dan parasit yang patogen.
Penyebab gastroentritis akut adalah masuknya virus (Rotravirus, adenovirus enteris virus norwalk), bakteri atau toksin, parasit. Beberapa mikro organisme patogen ini menyebabkan infeksi pada sel-sel memproduksi enterotoksin atau cytotoksin dimana merusak sel-sel atau melekat pada dinding usus pada gastroetritis akut.
Penularan gastroentritis biasa melalui fekal oral dari satu penderita ke yang lainnya beberapa kasus ditemui penyebaran patogen di karenakan makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotik (makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan takanan osmotik dalam rongga usus meningkat, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus. Isi rongga usus berlebihan sehingga timbul diare) selain itu menimbulkan gangguan skresi akibat toksin di dinding usus. Sehingga skresi air dan elektrolit meningkat kemudian terjadi diare, gangguan multilitas usus yang mengakibatkan hiparparistaltik dan hipoperistaltik, akibat dari diare itu sendiri adalah kehilangan cair dan elektrolit (dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan asam basa ( Asidosis metebolik dan Hipokalemia ) gangguan gizi (Intake kurang. Output berlebih ) hipoglikemia dan gangguan sirkulasi darah.

B.     Gejala Klinis
a.       Diare
b.      Muntah
c.       Demam
d.      Nyeri Apdomen
e.       Membran mukosa mulut dan bibir kering
f.        Fontanel cekung
g.       Kehilangan berat badan
h.       Lemah

C.     Komplikasi
a.       Dehidrasi
b.      Kejang
c.       Bakterimia
d.      Mell nutrisi
e.       Intoleransi skunder akibat kerusakan mukosa usus
Dari komplikasi gastroentitis tingkat dehidrasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut
a.       Dehidrasi ringan
Kehilangan cairan 2-5% dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang elastis, suara serak, penderita belum jatuh pada keadaan syok.
b.      Dehidrasi sedang
Kehilangan cairan 5-8% dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek, suara serak, penderita jatuh pre syok nadi cepat dan dalam.
c.       Dehidrasi berat
Kehilangan cairan8-10% dari berat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-tanda dehidrasi sedang di tambah dengan kesadaran menurun, apatis sampaikoma, otot-otot kaku sampai sionosis

PENATALAKSANAAN MEDIS
a.       Pemberian cairan
b.      Diaketik pemberian makanan dan minuman khusus pada penderita dengan tujuan penyembuhan dan menjaga kesehatan
Adapun hal yang perlu diperhatikan :
1.      Memberikan ASI
2.      Memberikan bahan makanan yang mengandung kalori protein, Vitamin, mineral dan makanan yang bersih.
c.       Obat-obatan
Keterangan
a.       Pemberian cairan, pada klien diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum
1.      Cairan Peroral
Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang. Cairan diberikan peroral berupa cairanyang berisikan Nacl dan Na, Nco, kal dan Glukosa. Untuk diare akut diatas umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan atau sedang kadar natrium 50-60 meq/1 dapat dibuat sendiri (mengandung larutan garam dan gula) atau air yang diberi gula dengan garam. Hal tersebut diatas adalah untuk pengobatan di rumah sebeleum di rawat ke rumah sakit untuk mencegah dehidrasi lebih lanjut.
2.      Cairan Parental
Mengenai seberapa banyak cairan yang harus diberikan tergantung dari berat badan atau ringannya dehidrasi yang diperhitungkan kehilangan cairan sesuai dengan umur dan berat badannya
-         Dehidrasi ringan
1.      1 jam pertama 25-50 ml/kg BB/hari
2.      Kemudian 125 ml/kg BB/Oral
-         Dehirasi sedang
1.      1 Jam pertama 50-100 ml/kg BB/Oral
2.      Kemudian 125 ml/kg BB/hari
-         Dehidrasi berat
1.      Untuk anak umur 1 bula, 2 tahun dengan berat badan 3-10 kg
-         1 Jam pertama : 40 ml/kg BB/hari : tetes 1 kg BB/menit cinfun set 1 ml : 15 tetes atau 13 tetes/kg BB/menit
-         7 Jam Berikutnya 12 ml/kg BB 1 Jam : 3 tetes/kg BB/menit (infus set 1 ml : 20 tetes)
-         16 Jam berikutnya 125 ml/kg BB oralit per Oral bila anak mau minum teruskan dengan 2A angtra Vena 2 tete/kg BB/menit atau 3 tetes/kg BB/menit
2.      Untuk anak lebih dari 2-5 tahun dengan berat badan 10-15 kg
-         1 Jam pertama 30 ml/kg BB/jam atau 8 tetes/kg BB/menit (infus set 1 ml : 15 tetes) atau 10 tetes/kg BB/menit (1 ml : 20 tetes)
-         7 Jam kemudian 127 ml/kg BB oralit per Oral. Bila anak tidak mau minum dapat diteruskan dengan 2A intera vena 2 tetes/kg BB/menit atau 3 tetes/kg BB/menit
2.      Untuk anak lebih dari 5-10 tahun dengan berat bdan 15-25 kg
-         1 Jam pertama 20 ml/kg BB/jam atau 5 tetes/kg BB/menit (infus set 1 ml : 20 tetes)
-         16 Jam berikutnya 105 ml/kg Bb Oralit per Oral
-         Diatetik (pemberian makanan)
Terapi diatetik adalah pemberian makanan dan minum khusus kepada penderita dengan tujuan meringankan, menyembuhkan bahkan serta menjaga kesehatan penderita
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1.      Memberikan ASI
2.      Memberikan bahan makanan yang mengandung cukup kalori, protein, mineral dan Vitamin, makanan harus bersih
-         Obat-obatan
1.      Obat amti sekresi
2.      Obat anti spasmolitik
3.      Obat antibiotik

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.      Pemeriksaan laboratorium
-         Pemeriksaan Tinja
-         Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah astrup. Bila memungkinkan dengan menentukan PH keseimbangan analisa gas darah atau astrup, bila memungkinkan.
-         Pemeriksaan kadar areum dan creatinin untuk mengetahui fungsi ginjal.
2.      Pemeriksaan elektrolit intubasi duodenum untuk mengetahui jasan tenik atau parasit secara kuantitatif. Terutama dilakukan pada penderita diare kronik

Comments