KESEHATAN REPRODUKSI

KESEHATAN REPRODUKSI

Keluarga merupakan organisasi sosial paling penting dalam kelompok sosial. Keluarga merupakan lembaga paling utama dan paling pertama bertanggung jawab ditengah masyarakat dalam menjamin kesejahteraan sosial dan kelestarian biologis anak manusia, karena ditengah keluarga anak manusia dilahirkan serta dididik sampai menjadi dewasa.

Keluarga merupakan kelompok sosial paling intim, yang di ikat oleh relasi seks, cinta, kesetiaan, dan pernikahan, dimana wanita berfungsi sebagai istri, dan pria berfungsi sebagai suami. Dilihat dari segi naluri, dorongan paling kuat bagi wanita untuk kawin ialah : Cinta dan mendapatkan keturunan dari orang yang dicintainya, walaupun hal ini menuntut banyak penderitaan lahir dan batin pada diri wanita tersebut. Penderitaan dalam status perkawianan ini oleh banyak sosiolog disebut sebagai ” Sindrom ibu-ibu rumah tangga ” (syndrome : totalitas kompleks dari gejala penyakit / patotlogis).


Namun, walaupun mengalami banyak penderitaan, setiap wanita normal pada umumnya masih mengiginkan hidup berkeluarga. Karena keluarga merupakan arena peluang untuk memainkan fungsi, yaitu :

  • Peran sebagai istri

Mencakup sikap  hidup yang mantap , bila mendampingi suami dalam situasi yang bagaimanapun juga, disertai rasa kasih syang, kecintaan, dan kesetian pada partner hidupnya juga mendorong suami untuk berkarier dengan cara –cara sehat.

Mengimplikasikan hal sebagai berikut

  1. Terdapatnya hubungan hetero-seksual yang memuaskan, tanpa difungsi (gangguan-ganngguan fungsi) seks.
  2. Ada relasi seksual  yang  tidak berlebih-lebihan
  3. Tidak hiperseksual, juga tidak kurang.

Maka kehidupan seks yang mapan itu terutama disebabkan oleh :

  1. Kehidupan psikis yang stabil
  2. Imbang.
  3. Tanpa konflik-konflik batin yang serius.
  4. Ada kesediaan untuk memahami partnernya.
  5. Rela berkorban.

  • Fungsi sebagai ibu dan pendidik

Bagi anak-anaknya bisa dipenuhi dengan baik, bila ibu tersebut mampu menciptakan iklim psikis yang gembira-bahagia dan bebas        : sehingga suasana rumah tangga jadi semarak, dan bisa memberikan rasa aman, bebas, hangat, menyenangkan serta penuh kasih sayang. Dengan begitu anak-anak dan suami akan betah tinggal dirumah. Iklim psikologis penuh kasih sayang, keasabaran, ketenangan, dan kehangatan itu memberikan semacam vitamin psikologis yang merangsang pertumbuhan anak-anak menuju pda kedewasaan.

  •  Peran wanita sebagai pengatur rumah tangga.

Dalam hal ini terdapat relasi-relasi formal dan semacam pembagian kerja (devision of labour), dimana suami terutama sekali bertindak sebagai pencari nafkah, dan istri berfungsi sebagai pengurus rumah tangga, tetapi acapkali juga berperan sebagai pencari nafkah. Dalam pengurusan rumah tangga ini sangat penting ialah faktor :

Kemampuan membagi-bagi waktu dan tenaga untuk melakukan 1001 macam tugas pekerjaan rumah, dari subuh dini hari sampai larut malam.

  • Peran sebagai partner hidup.

Bagi sang suami memerlukan :

  1. kebijaksanaan
  2. Mampu berfikir luas.
  3. Sanggup mengikuti gerak langkah / karier suaminya.

Ringkasnya, dalam perkawinan itu diperlukan seorang istri bijaksana, agar bisa kekal ikatan perkawinan. Yaitu istri yang mampu mendampingi suaminya dalam kondisi dan situasi yang bagaimanapun juga, yang sering berubah-ubah kondisi sosial ekonomisnya. Dan bersedia mengasuh serta mendidik anak-anak dengan kesabaran serta kasih sayang. Lagi pula ia terampil mengurus rumah tangganya dengan cara yang tertib, dan hemat secara ekonomis. Dalam iklim keluarga penuh cinta kasih itu anak-anak akan bisa mengembangkan inteligensi untuk menghadapi pelbagai permasalahan hidup, serta mengembangkan sosialitasnya (rasa simpati) terhadap sesama manusia. Dan sang suami akan terdorong untuk maju mencapai karier tertentu.

Wanita diberi tugas oleh Alam untuk mengandung janin keturunannya, yaitu memupuk dan memelihara benih manusia dalam kandungannya selama 280 hari. Sel telur yang terdapat dalam rahim wanita diaktifkan oleh sel sperma laki-laki menjadi janin, maka proses pengaktifan telur menjdi individu atau janin itu di sebut sebagai proses pembuahan.


  •  Aspek pengkajian dalam kesehatan wanita meliputi

1.      Aspek visik

Aspek fisik yang perlu dikaji dalam lingkup kesehatan wanita sama dengan pengkajian yang dilakukan pada manusia dewasa, antara lain :

a.       Kondisi fisik ( tanda-tanda vital).

b.      Nutrisi.

c.       Cairan dan elektrolit.

d.      Higiene personal.

e.       Istirahat-tidur.

f.        Kasih sayang dan seks.

g.       Aktualisasi diri.

h.       Rasa aman dan nyaman.

2.      Aspek spikososial

Aspek spikososial yang dikaji, meliputi

  1. Idantitas seksual → perubahan fisik dan sikap dari wanita yang menunjukan identitasnya sebagai wanita.
  2. Identitas kelompok → kepuasan hidup dalam sebuah kelompok dan penarimaan.
  3. Konsep diri (peran, idr\entitas diri, gambaran diri atau citra tubuh, harga diri).
  4. Kecemasan dan masalah kehidupan.
  5. Kondisi lingkungan sosial.
  6. Faktor pendukung dari keluarga dan masyarakat.
  7. Komunikasi atau hubungan dalam kelompok, keluarga dan masyarakat (perasaan dihargai).

  • Indikator pemantauan

Secara kronologis, setiap wanita mengalami berbagai fase dalam kehidupannya, proses ini berlangsung secara alamiah yang wajar terjadi pada setiap wanita.

Ø      Fase dalam kehidupan wanita
Lahir dan prapubertas

a.       Fisik

  1. Terbantuknya bakal organ seks saat janin berusia 12 minggu.
  2. Sejak bayi, wanita sudah memiliki 2 indung telur.
  3. Pada saat ini sel telur belum matang.
  4. Belum menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan seks sekunder.

b.      Psikososial

Anak perempuan diarahkan untuk mengikuti budaya yang berkembang dilingkungan tempat anak perempuan itu diasuh, misalnya :

  1. Anak perempuan harus jongkok saat BAK sedang anak laki-laki berdiri.
  2. Anak perempuan diajarkan untuk bersolek.
  3. Rambut anak perempuan dibiarkan panjang atau dipotong dengan model yang feminisme.
  4. Anak perempuan dididik untuk bersikap feminim.
Pubertas

a.       Fisik
Mulai terbentuk sel telur matur.
Produksi hormon estrogen karena pengaruh matangnya sel telur.
Mulai tumbuh tanda-tanda seks sekunder, misalnya : Tumbuh payudara.

b.      Psikososial.
Wanita mulai tertarik pada lawan jenis dan mulai merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Reproduksi

a.       Fisik
Wanita mengalami masa menstruasi, dengan keluarnya darah dari vagina.
Wanita memasuki usia reproduktif.
Sel telur dapat dibuahi.
Jika melakukan hubungan intim dengan lawan jenis, wanita dapat hamil.
Bekerjanya hormon indung telur ( estrogen dan progesteron ).

b.      Psikososial
Wanita mualai cemas karena proses menstruasi.
Wanita mulai mencari identitas diri, gambaran diri yang dipengaruhi kelompoknya.
Bergaul dan berkumpul dengan teman-teman yang berjenis kelamin sama.


Premenopouse

a.       Fisik
Kekuatan otot dan kecakap mental mulai mencapai puncaknya.
Dimulai proses penuaan.
Penurunan hormon kewanitaan berangsur menurus.
Proses menstruasi yang tidak teratur.
Perasaan panas disekitar wajah.
Produksi keringat yang berlebihan.
Kulit menjadi kusam dan kasar.
Rambut cenderung kering dan raouh.
Perasaan adanya gangguan dalam hubungan intim.
Kesulitan vagina mengalami Lubrikasi, sehingga timbul rasa tidak nyaman saat bersenggama.

b.      Psikososial

  1. Wanita lebih banyak menarik diri dari lingkungannya.
  2. Wanita lebih sering merasa tersinggung, mudah cemas dan sangat sensitive.
  3. Gelisa karena menghadapi proses penuaan.
Menopause

a.       Fisik
Hilangnya hormon kewanitaan.
Menstruasi tidak muncul lagi.
Organ reproduksi tidak berfungsi lagi.
Berat badan sulit dikendalikan.
Terjadi timbunan lemak di beberapa tempat karena ketiadaan hormon kewanitaan.
Wanita sering mudah merasa lelah.
Penyakit digeneratif ( penyakit jantung, DM, gangguan ginjal dan osteoporosis ) mudah menyerang.

b.      Psikososial

Wanita mulai mencapai kematangan hidup.
Senium

a.       Fisik
Lemasnya otot-otot yang membuat struktur tubuh menjadi bengkok.
Gangguan sendi mulai sering timbul.
Berat badan cenderung berkurang.
Penurunan daya guna tubuh.
Kekuatan otot dari saat usia 20 tahun.
Kekuatan pendengaran pada frekuensi menurun sampai 75%.
Terjadi penurunan intelektual.
Kemungkinan dapat terjadi gangguan otak secara organik.

b.      Psikososial

  1. Terjadi perubahan sifat, misalnya : dari pemurung menjadi periang, dari pemberani menjadi penakut ataub sebaliknya.
  2. Sering timbul perilaku sulit diterima karena terjadi gangguan otak organik.

Comments