Wednesday, April 27, 2011

Unwanted Pregnancy


Unwanted Pregnancy
(Aborsi) 


Unwanted Pregnancy atau dikenal sebagai kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak mengehendaki adanya proses kelahiran dari suatu kehamilan.

Kehamilan ini bias merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hbungan seksual baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Faktor – factor penyebab Unwanted Pregnancy yaitu :
  1. Penundaan dan peningkatan usia perkawinan, serta semakin dininya usia menstruasi pertama (menarche)
  2. Ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat menyebabkan kehamilan.
  3. Kehamilan yang diakibatkan oleh pemerkosaan.
  4. Persoalan ekonomi (biaya untuk melahirkan dan membesarkan anak)
  5. Alasan karir atau masih sekolah (Karena kehamilan dan konsekuensi lainnya yang dianggap dapat menghambat karir atau kegiatan belajar)
  6. Kehamilan karena incest (persetubhan yang terjadi antara saudara sendir/ masih ada hubungan darah)
Langkah – langkah dalam pencegahan Unwanted Pregnancy :
  1. Tidak melakukan hubungan seksual sebelum nikah.
  2. Memanfaatkan waktu luang untuk melakukan kegiatan positif seperti berolahraga, seni dan keagamaan.
  3. Hindari perbuatan – perbuatan yang akan menimbulkan dorongan seksual, seperti mereba – meraba tubuh pasangannya dan menonton video porno.
  4. Penanganan kasus Unwanted Pregnancy pada remaja.
  5. Bersikap bersahabat dengan remaja.
  6. Memberikan konseling pada remaja dan keluarga.
  7. Apabila ada masalah serius agar diberikan jalan keluar yang terbaik dan apabila belum bias terselesaikan supaya dikonsulkan kepada dokter ahli.
  8. Memberikan alternative penyelesaian masalah apabila terjadi kehamilan pada remaja yaitu :
  • Diselesaikan secara kekeluargaan.
  • Segera menikah.
  • Konseling kehamilan, persalinan dan keluarga berencana.
  • Pemeriksaan kehamilan sesuai standar.
  • Bila ada gangguan kejiwaan, rujuk ke psikiater.
  • Bila ada resiko tinggi kehamilan, rujuk ke SpOG.
  • Bila tidak terselesaikan dengan menikah, anjurkan pada keluarga supaya menerima dengan baik.
  • Bila ingin melakukan  
  • aborsi, berikan konseling risiko aborsi.
Akibat dari Unwanted Pregnancy dan aborsi yaitu :

Angka kejadian aborsi di Indonesia diperkirakan mencapai 2,3 juta pertahun, sekitar 750.000 dilakukan oleh remaja.
  1. Bila kehamilan dipertahankan.

    Resiko Fisik
    Kehamilan pada usia dini menimbulkan kesulitan pada saat persalinan.

    Resiko psikis atau psikologis
    Ada kemungkinan pihak perempuan menjadi ibu tunggal karena pasangan tidak mau manikahinya, kalaupun mau manikah hal ini bias juga menyebabkan perkawinan bermasalah dan penuh konflik.

    Resiko sosial
    Salah satu resiko social adalah putus sekolah/ kemauan sendiri dikarenakan rasa malu/ cuti melahirkan.

    Resiko Ekonomi
    Merawat kehamilan, melahirkan dan membesarkan bayi/ anak membutuhkan biaya besar.
  2. Bila kehamilan diakhiri (aborsi)

    Resiko fisik
    Perdarahan dan komplikasi lain merupakan salah satu resiko aborsi. Aborsi yang berulang juga menyebabkan kemandulan, aborsi yang dilakukan secara tidak aman bias berakibat fatal yaitu kematian.

    Resiko psikis
     Pelaku aborsi sering kali mengalami perasaan – perasaan takut, panik, tertekan/ stress, trauma mengingat proses aborsi dan kesakitan.

    Resiko sosial
    Ketergantungan kepada pasangan seringkali menjadi lebih besar karena perempuan merasa tidak perawan, pernah mengalami KTD atau aborsi.

    Resiko ekonomi
    Biaya aborsi cukup tinggi, bila terjadi komplikasi maka biaya akan semakin tinggi.

 Aborsi

Aborsi merupakan upaya terminasi kehamilan dengan alasan sosial, ekonomi dan kesehatan.

 Jenis / macam – macam abortus yaitu :
  1. Abortus Spontan :

     - Abortus Complete

    - Abortus Incomplete

    - Abortus Imenens

    - Missed Abortion

    - Abortus habitualis

    - Abortus infeksious

      
  2. Abortus Provocatus

    - Abortus provocatus medicinalis

    - Abortus provocatus criminalis
  Penyebab terjadinya aborsi yaitu :

Keluarga yang tidak siap menerima kehamilan.
Keluarga yang dikarenakan memiliki ekonoi pas – pasan sehingga cenderung menolak kehadiran anak.

 Akibat dari aborsi :

Meninggal dunia
Infeksi dan sobeknya kandungan
Kerusakan leher rahim
Kelahiran bayi cacat.
Kanker rahim dan indung telur.
Mandul
Didera rasa bersalah seumur hidup.

 Isi pokok aborsi di Indonesia dan dampaknya.

Ada 2 isu pokok aborsi di Indonesia yaitu :

- Masalah aspek illegal/ bersifat illegal.
- Pelaksanaan aborsi yang tidak professional/ dilakukan oleh tenaga professional.

Dampak aborsi illegal ada beberapa hal, yaitu :
  1. Pengawasan dan pemantauan pada praktek aborsi illegal tidak dapat di awasi ; mempengaruhi standarisasi mutu.
  2. Obyek pemerasan ; mempengaruhi biaya
  3. Berhubungan dengan obyek pemerasan sehingga meningkatkan biaya.

Aspek Hukum

 Aturan hukum yang ada di Indonesia adalah kitab undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang menyatakan bahwa tindakan aborsi dengan alasan apapun tidak dibenarkan atau ilegal, baik untuk alas an medis maupun non medis.

Disusunlah undang – undang kesehatan No. 23 tahun 1992, menyatakan bahwa aborsi legal hanya untuk alas an medis (pasal 15)

Langkah Pemerintah

 Ada beberapa langkah yang dilaksanakan pemerintah, yaitu :
  1. Menunjuk pada paradigma sehat, yaitu mencegah lebih baik dari pada mengobati.
  2. Mengusahakan dan meningkatkan pelayanan aborsi yang aman bukan legalisasi aborsi.
  3. Memperbaiki undang-undang No.23/th 1992, dengan tujuan utama adalah menghilangkan kerancauan dan memperluas indikasi medis menjadi indikasi kesehatan.
  4. Mengembangkan pelayanan pasca aborsi dirumah sakit dan puskesmas.

Friday, April 1, 2011

Bronchopneumonia

  1. Definisi Bronchopneumonia
  2. Bronchopneumonia adalah Suatu infeksi akut pada paru – paru yang disebabkan oleh bermacam – macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing ditandai oleh trias (sesak nafas, pernafasan cuping hidung, sianosis sekitar hidung / mulut). (Ilmu kesehatan anak,1985 : 1228). Bronchopneumonia adalah infeksi akut saluran pernafasan yang di tandai obstruksi inflamasi saluran nafas kecil (Bronkiolus) ( kapita selekta, 2000)
  3. Klasifikasi Bronchopneumonia
  1. Berdasarkan atas anatomi :
    1. Pneumonia lobaris
    2. Pneumonia lobularis (Bronkopneumonia)
    3. Pneumonia interstisialis (Bronchiolitis)
  2. Berdasarkan etiologi
  1. Bakteri
    1. Pneumococcus penyebab utama penumonia. Pada orang dewasa disebabkan oleh penumokokus 1 – 8 (pada anak – anak tipe 14, 1, 6, 9). Insiden meningkat pada usia lebih kecil dari 14 tahun dan menurun dengan meningkatnya umur.
    2. Streptokokus, sering merupakan komplikasi dari penyakit virus lain seperti morbili, influenza, cacar air atau komplikasi dari bakteri lain seperti pertusis, pneumonia oleh pneumokokus.
  2. Virus
  3. Virus respiratori sinsial, virus influenza, virus adeno, virus situmegalik.
  4. Aspirasi
  5. Makanan, kerosen (bensin dan minyak tanah) dan cairan amnion, benda asing.
  6. Pneumonia Hipostatik
  7. Disebabkan oleh tidur terlentang terlalu lama, misalnya pada anak yang sakit dengan kesadaran menurun, penyakit lain yang harus istirahatn di tempat tidur yang lama sehingga terjadi kongesti pada paru belakang bawah. Kuman yang tadinya komensal berkembang biak menjadi patogen dan menimbulkan radang. Oleh karena itu pada anak yang menderita penyakit dan memerlukan istirahat panjang seperti tifoid harus diubah – ubah posisi tidurnya.
  8. Jamur
  9. H. Capsulatum. Candida albikans, Blastomycetes dermatitis, Koksidiomikosis, Aspergilosis dan Aktinimikosis.
  10. Sindrom Loeffler
  11. Etiologi oleh larva A. Lumbricoedes Secara klinis biasa, berbagai etiologi ini sukar dibedakan. Untuk pengobatan tepat, pengetahuan tentang penyebab pneumonia perlu sekali, sehingga pembagian etiologis lebih rasional daripada pembagian anatomis. Pneumokokus merupakan penyebab utama pneumonia. Pneumokokus dengan serotipe 1 sampai 8 menyebabkan pneumonia pada orang dewasa lebih dari 80 % sedangkan pada anak ditemukan tipe 14, 1, 6 dan 9. Angka kejadian tertinggi ditemukan pada usia kurang dari 4 tahun dan mengurang dengan meningkatnya umur. Pneumonia lobaris hampir selalu disebabkan oleh pneumococcus, ditemukan pada orang dewasa dan anak besar, sedangkan Bronkopneumonia lebih sering dijumpai pada anak kecil dan bayi.
3. ANATOMI Bronchopneumonia
Susunan saluran nafas

Hidung (nasal)
Merupakan saluran udara yang pertama mempunyai 2 lubang (kavum nasi) di pisahkan oleh sekat hidung (septum nasi) di dalamnya terdapat bulu-bulu yang berguna untuk menyaring udara, debu dan kotoran yang masuk ke dalam terdiri dari otot-otot dan tulang rawan. Lapisan terdiri dari selaput kendir yang derlipat- lipat yang di namakan karang hidung (kanka nasalis)

Tekak ( Faring)
Merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dengan jalan makan. Terdapat di bawah dasar tengkorak, di belakang rongga hidung mulut sebelah depan ruas tulang leher.

·  Bagian atas yang sama tingginya dengan koane yang di sebut nasafaring.
·  Bagian atas yang sama tingginya dengan itsmus fausium di sebut orafaring.
·  Bagian bawah sekali di namakan leringa faring
 
Pangkal Tenggorok (laring)
Merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembebtukan suara yang terletak di bagian depan faring sampai ketinggian vetebrata servikalis dan masuk dalam trachea di bawahnya. Pangkal tengkorak ini bisa di tutup oleh epiglatis yang dari tulang rawan yang berfungsi pada waktu menelan makanan menutupi laring.

Batang Tenggorok ( Trachea)
Merupakan lanjutan dari laring yang di bentuk oleh 16 sampai dengan 20 cincin yang terdiri dari tulang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda, panjang trachea 9-11 dan di belakang terdiri dari jaringan ikat yang di lapisi oleh otot polos.

Cabang Tenggorok ( Brankus)
Merupakan lanjutan dari trachea, Brankus ini berjalan ke bawah dank e samping he arah tampak paru-paru. Brankus kanan lebih pendek dan besar dari pada bronkus kiri, terdiri dari 6-8 cincin mempunyai 3 cabang, bronkus kiri lebih panjang dan ramping terdiri dari 9-12 cincin mempunyai 2 cabang.

Paru- paru 
Paru- paru merupakan alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari’’ gelembung’’ yang terdiri dari sel epitel dan endotel, luas permukaan lebih dari 90 m2 dan pada lapisan ini terjadi pertukaran udara. O2 masuk dalam darah dan CO2 di keluarkan dari darah. Paru-paru terletak pada rongga dada. Dataranya menghadap ke tengah rongga dada/kavum mediastium, pada bagian bawah terdapat tampak paru. Pada mediastium depan terletak jantung paru di bungkus oleh selaput.

Yang bernama pleura paru di bagi menjadi 2 :

· Paru kanan  : terdiri dari (belah paru): lobus pulmo dextra superior, lobus media dan lobur interior. Tiap lobus tersusun oleh labulus.

· Paru kiri  : terdiri dari pulma sinister, lobus superior dan interior tiap lobus terdiri dari belahan yang lebih kecil yang bernama segmen

4. ETIOLOGI
Pneumococcus penyebab utama penumonia.  Pada orang dewasa disebabkan oleh penumokokus 1 – 8 (pada anak – anak tipe 14, 1, 6, 9).  Insiden meningkat pada usia lebih kecil dari 14 tahun dan menurun dengan meningkatnya umur.
Streptokokus, sering merupakan komplikasi dari penyakit virus lain seperti morbili, influenza, cacar air atau komplikasi dari bakteri lain seperti pertusis, pneumonia oleh pneumokokus.

Interested for our works and services?
Get more of our update !