Unwanted Pregnancy

Unwanted Pregnancy


Unwanted Pregnancy
(Aborsi) 


Unwanted Pregnancy atau dikenal sebagai kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak mengehendaki adanya proses kelahiran dari suatu kehamilan.

Kehamilan ini bias merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/ hbungan seksual baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Faktor – factor penyebab Unwanted Pregnancy yaitu :
  1. Penundaan dan peningkatan usia perkawinan, serta semakin dininya usia menstruasi pertama (menarche)
  2. Ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat menyebabkan kehamilan.
  3. Kehamilan yang diakibatkan oleh pemerkosaan.
  4. Persoalan ekonomi (biaya untuk melahirkan dan membesarkan anak)
  5. Alasan karir atau masih sekolah (Karena kehamilan dan konsekuensi lainnya yang dianggap dapat menghambat karir atau kegiatan belajar)
  6. Kehamilan karena incest (persetubhan yang terjadi antara saudara sendir/ masih ada hubungan darah)
Langkah – langkah dalam pencegahan Unwanted Pregnancy :
  1. Tidak melakukan hubungan seksual sebelum nikah.
  2. Memanfaatkan waktu luang untuk melakukan kegiatan positif seperti berolahraga, seni dan keagamaan.
  3. Hindari perbuatan – perbuatan yang akan menimbulkan dorongan seksual, seperti mereba – meraba tubuh pasangannya dan menonton video porno.
  4. Penanganan kasus Unwanted Pregnancy pada remaja.
  5. Bersikap bersahabat dengan remaja.
  6. Memberikan konseling pada remaja dan keluarga.
  7. Apabila ada masalah serius agar diberikan jalan keluar yang terbaik dan apabila belum bias terselesaikan supaya dikonsulkan kepada dokter ahli.
  8. Memberikan alternative penyelesaian masalah apabila terjadi kehamilan pada remaja yaitu :
  • Diselesaikan secara kekeluargaan.
  • Segera menikah.
  • Konseling kehamilan, persalinan dan keluarga berencana.
  • Pemeriksaan kehamilan sesuai standar.
  • Bila ada gangguan kejiwaan, rujuk ke psikiater.
  • Bila ada resiko tinggi kehamilan, rujuk ke SpOG.
  • Bila tidak terselesaikan dengan menikah, anjurkan pada keluarga supaya menerima dengan baik.
  • Bila ingin melakukan  
  • aborsi, berikan konseling risiko aborsi.
Akibat dari Unwanted Pregnancy dan aborsi yaitu :

Angka kejadian aborsi di Indonesia diperkirakan mencapai 2,3 juta pertahun, sekitar 750.000 dilakukan oleh remaja.
  1. Bila kehamilan dipertahankan.

    Resiko Fisik
    Kehamilan pada usia dini menimbulkan kesulitan pada saat persalinan.

    Resiko psikis atau psikologis
    Ada kemungkinan pihak perempuan menjadi ibu tunggal karena pasangan tidak mau manikahinya, kalaupun mau manikah hal ini bias juga menyebabkan perkawinan bermasalah dan penuh konflik.

    Resiko sosial
    Salah satu resiko social adalah putus sekolah/ kemauan sendiri dikarenakan rasa malu/ cuti melahirkan.

    Resiko Ekonomi
    Merawat kehamilan, melahirkan dan membesarkan bayi/ anak membutuhkan biaya besar.
  2. Bila kehamilan diakhiri (aborsi)

    Resiko fisik
    Perdarahan dan komplikasi lain merupakan salah satu resiko aborsi. Aborsi yang berulang juga menyebabkan kemandulan, aborsi yang dilakukan secara tidak aman bias berakibat fatal yaitu kematian.

    Resiko psikis
     Pelaku aborsi sering kali mengalami perasaan – perasaan takut, panik, tertekan/ stress, trauma mengingat proses aborsi dan kesakitan.

    Resiko sosial
    Ketergantungan kepada pasangan seringkali menjadi lebih besar karena perempuan merasa tidak perawan, pernah mengalami KTD atau aborsi.

    Resiko ekonomi
    Biaya aborsi cukup tinggi, bila terjadi komplikasi maka biaya akan semakin tinggi.

 Aborsi

Aborsi merupakan upaya terminasi kehamilan dengan alasan sosial, ekonomi dan kesehatan.

 Jenis / macam – macam abortus yaitu :
  1. Abortus Spontan :

     - Abortus Complete

    - Abortus Incomplete

    - Abortus Imenens

    - Missed Abortion

    - Abortus habitualis

    - Abortus infeksious

      
  2. Abortus Provocatus

    - Abortus provocatus medicinalis

    - Abortus provocatus criminalis
  Penyebab terjadinya aborsi yaitu :

Keluarga yang tidak siap menerima kehamilan.
Keluarga yang dikarenakan memiliki ekonoi pas – pasan sehingga cenderung menolak kehadiran anak.

 Akibat dari aborsi :

Meninggal dunia
Infeksi dan sobeknya kandungan
Kerusakan leher rahim
Kelahiran bayi cacat.
Kanker rahim dan indung telur.
Mandul
Didera rasa bersalah seumur hidup.

 Isi pokok aborsi di Indonesia dan dampaknya.

Ada 2 isu pokok aborsi di Indonesia yaitu :

- Masalah aspek illegal/ bersifat illegal.
- Pelaksanaan aborsi yang tidak professional/ dilakukan oleh tenaga professional.

Dampak aborsi illegal ada beberapa hal, yaitu :
  1. Pengawasan dan pemantauan pada praktek aborsi illegal tidak dapat di awasi ; mempengaruhi standarisasi mutu.
  2. Obyek pemerasan ; mempengaruhi biaya
  3. Berhubungan dengan obyek pemerasan sehingga meningkatkan biaya.

Aspek Hukum

 Aturan hukum yang ada di Indonesia adalah kitab undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang menyatakan bahwa tindakan aborsi dengan alasan apapun tidak dibenarkan atau ilegal, baik untuk alas an medis maupun non medis.

Disusunlah undang – undang kesehatan No. 23 tahun 1992, menyatakan bahwa aborsi legal hanya untuk alas an medis (pasal 15)

Langkah Pemerintah

 Ada beberapa langkah yang dilaksanakan pemerintah, yaitu :
  1. Menunjuk pada paradigma sehat, yaitu mencegah lebih baik dari pada mengobati.
  2. Mengusahakan dan meningkatkan pelayanan aborsi yang aman bukan legalisasi aborsi.
  3. Memperbaiki undang-undang No.23/th 1992, dengan tujuan utama adalah menghilangkan kerancauan dan memperluas indikasi medis menjadi indikasi kesehatan.
  4. Mengembangkan pelayanan pasca aborsi dirumah sakit dan puskesmas.

Comments