EROSIO PORSIO

EROSIO PORSIO



Servisitis erosi yang pada jaman dahulu sering dipakai, tetapi pada saat sekarang jarang ditemukan servisitis erosi ada di sekitar ostium uteri eksternum suatu daerah yang berwarna merah, kurang lebih serkuler kelainan tersebut bukan erosi dalam arti yang sebenarnya dan bukan akibat luka atau radang, akan tetapi epitel thorak endoservik dengan stroma vaskuler dibawahnya tumbuh sampai diluar ostium uterus eksternum dengan mendesak epitel tatah yang normal.
Dalam hal ini kelainan erosi bukan erosi dalam arti yang sebenarnya dan bukan akibat luka atau radang akan tetapi epitel torak endoservik dengan stroma vaskuler dibawahnya tumbuh di luar atrium uteri eksternum dengan mendesak yang ditemukan di tempat tersebut. Anggapan sekarang ialah apa yang tampak sebagai erosi sebenarnya ialah servicitis kronil.

  • SERVISITIS AKUT

Servisitis Akut adalah infeksi yang dilakukan di endoservik dan ditemukan pada gonerea pada infeksi post partum atau post abortus yang disebabkan oleh sreptococcus dll. Dalam hal ini servik merah membengkak dengan mengeluarkan.
(Sarwono Prawirihadjo, 2005)


  • ETIOLOGI

- Penggunana IUD
- Pemakaian PIL
- Perilaku seksual yang tidak sehat
- Trauma


  • PATOFISIOLOGI

Proses terjadinya erosio portio dapat disebabkan adanya rangsangan dari luar misalnya IUD yang mengandung polythilen yang sudah berkarat membentuk ion Ca, kemudian bereaksi dengan ion sel sehat Po4 sehingga terjadi denaturasi/koagulasi membran sel dan terjadinya erosi portio. Bisa juga dari gesekan benang IUD yang menyebabkan iritasi lokal sehingga menyebabkan superfisialis terkelupas dan terjadilah erosi portio. Dari posisi IUD yang tidak tepat menyebabkan reaksi radang non spesifik sehingga menimbulkan sekresi sekret vagina yang meningkatkan dan menyebabkan keretanan sel superfisialis dan terjadilah erosi portio. Dari semua kejadian erosi portio itu menyebabkan tumbunya bakteri patogen, bila sampai kronis menyebabkan metastase keganasan leher rahim.

Gejala Erosi Portio
a. Adanya fluxus
b. Portio terlihat kemerahan dengan batas tidak jelas
c. Adanya kontak bloding
d. Portio teraba tidak rata

Komplikasi Erosi Portio
- Terjadi keganasan

Penanggulangan
a. Membatasi hubungan suami istri
b. Menjaga kebersihan vagina
c. Lama pemakaian IUD harus dan perhatikan


  • SERVISTIS KRONIKA

Penyakit ini dijumpai pada sebagian besar wanita yang pernah melahirkan luka-luka kecil/besar pada servik karena partus atau abortus memudahkan masuknya kuman-kuman ke dalam endoservik dan kelenjar-kelenjarnya lalu menyebabkan infeksi menahun.
Servik kelihatan normal hanya pada pemeriksaan mikroskopik ditemukan infitrasi leokosit ke dalam stroma endoservick, servitis tidak menimbulkan gejala, kecuali pengeluaran sekret yang agak putih – kuning.
Porsio uteri disekitar ostium uteri eksternum tampak daerah kemerah-merahan yang tidak dipisahkan secara jelas daei epitel porsio disekitarnya sekret yang dikaluarkan terdiri atas mucus bercampur darah.
Robekan pada servick uteri disini lebih luas mukosa indoservick lebih kelihatan dari luar (ekstropion). Mukosa dalam keadaan demikian mudah terkena infeksi vagina karena radang menahun, servick bisa menjadi hipertropis dan mengeras, sekret puruen bertambah banyak.


  • TERAPI

Pengobatan loka dengan obat-obatan tinkstura jadi, larutan nitrat argentii tidak daoat menyembuhkan servicitis kronikan karena tidak dapat mencapai kuman-kuman yang bersaran dan dalam kelenjar.
Pengobatan yang baik adalah dengan jalan kauterisasi radiasi dengan termocauter atau dengan krioteraphy. Sesudah kauterisasi atau krioteraphy terjadi nekrosis, jaringan yang meradang terlepas dalam kira-kira 2 minggu dan diganti jaringan yang sehat. Jika radang menahun mencapai endoservik jauh ke dalam kanais servikalis perlu dilakukan konisasi dengan mengangkat sebagian besar mukosa endoservik.


  • EROS SERVISI UTERI

Erosi servisis uteri ada disekitar ostium eksternum suatu daerah yang berwarna merah, kurang lebih sirkuler. Kelainan ini bukan erosi dalam arti sebenarnya dan bukan akibat luka atau radang tetapi epitel torak endoservik dengan stoma vaskuler dibawahnya tumbuh sampai diluar ostium ditempat tersebut.
Anggapan sekarang ialah apa yang tampak sebagai erosi sebenarnya ialah servista kronik erosi menurut istilah lama yang ditemukan pada bayi sebagai erosi servisis kongenita. Pada bayi dapat ditemukan epitel torak endoservik sampai diluar ostium uteri eksternum keadaan tersebut akan hilang dengan sendirinya.
Erosi servik adaah infeksi pada servik uteri, infeksi uteri dapat terjadi karena luka kecil bekas persalinan yang tidak dirawat dan infeksi karena hubungan seks. Erosi servik yang akut sering dijumpai pada infeksi hubungan seks. Sedangkan yang bersifat menahun dijumpai pada sebagian besar wanita yang pernah bersali.


  • GEJALA KLINIK


  1. Terdapat keputihan
  2. Mungki terjadi kontak berdarah (saat hubungan seks terjadi perdarahan)
  3. Pada pemeriksaan terdapat perlukaan servick yang berwarna merah
  4. Pada umur diatas 40 tahun perlu waspada terhadap keganasan servick.


Comments