HIPEREMESIS GRAVIDARUM

HIPEREMESIS GRAVIDARUM


Masa kehamilan merupakan masa yang dimulai sejak adanya konsepsi sampai lahirnya janin yang lamanya sampai 280 hari (40 mgg atau 9 bulan) dihitung mulai dari haid pertama hari terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan dimana dalam setiap kehamilan selalu melebarkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta perubahan sosial di dalam keluarga.
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk
(Mansjoer,dkk. Kapita Selekta Kedokteran.359.)
Oleh karena itu sebaiknya ibu hamil dianjurkan untuk mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin untuk memeriksakan kehamilannya atau yang disebut juga dengan antenatal care yakni perawatan yang diberikan pada ibu selama masa kehamilan dan juga untuk memonitor pertumbuhan janin dalam kandungan. Ante natal care sebaiknya dilakukan paling sedikit 4x selama kehamilan.

Pengertian
Kehamilan adalah masa yang dimulai dengan konsep (pembuahan) dan berakhir dengan permulaan persalinan. (Obstetri Fisiologis, 1993 : 3)
Kehamilan adalah masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya bayi/janin. (Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, 2006 : 89)
Ø      Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari :
1.      Ovulasi pelepasan ovum
2.      Terjadi migrasi spermatozoa dan ovum
3.      Terjadi konsepsi + pertumbuhan zigot
4.      Terjadi nidasi (implantasi) pada uterus
5.      Pembentukan plasenta
6.      Tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm
(Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan : 95)
Ø      Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus adalah kira-kira 280 hari (40 mgg) dan tidak lebih dari 300 hari (43 mgg) dengan demikian kehamilan dibagi 3 yaitu :
1.      Kehamilan matur (cukup bulan) : Usia kehamilan 40 minggu
2.      Kehamilan post matur : Usia kehamilan ³ 43 minggu
3.      Kehamilan prematur : Usia kehamilan 28-36 minggu
Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi 3 yaitu :
1.      Kehamilan trimester I : Mulai konsepsi – 3 bulan (0-12 mgg)
2.      Kehamilan trimester II : Mulai bulan ke 4 – 6 bulan (12-28 mgg)
3.      Kehamilan trimester III : Mulai bulan 7 – 9 bulan (28-40 mgg)
Penilaian Tanda dan Gejala Kehamilan
1.      Tanda-tanda dugaan hamil
a.       Amenorea
b.      Mual muntah
c.       Ngidam
d.      Pingsan
e.       Payudara tegang
f.       Sering BAK
g.      Konstipasi / obstipasi
h.      Pigmentasi kulit
i.        Epulis
j.        Varises
2.      Tanda tidak pasti hamil
a.       Pembesaran rahim
b.   Pada periksa dalam dijumpai : tanda hegar, tanda chadwich, pisoaseak, kontraksi braxton hicks, teraba ballotement
c.       Pemeriksaan tes biologis kehamilan positif
3.      Tanda pasti hamil
a.       Gerakan janin dalam rahim
b.      USG : melihat gambaran janin
c.       Denyut jantung janin ada
d.      Sinar x : melihat kerangka janin
(Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan : 125 – 126)

Perubahan-perubahan Fisiologis pada saat Kehamilan
Perubahan-perubahan ini dipengaruhi hormon gonatotropin, esterogen dan progesteron yang dikeluarkan oleh placenta, diantaranya perubahan pada :
a.       Rahim (Uterus)
Semula beratnya 30 gr, mengalami hyperthropy dan hyperplasia menjadi 1000 gr. Adanya tanda hegar yaitu istmus uteri menjadi lebih panjang dan lunak. Pertumbuhan rahim tidak sama kesemua arah, lebih cepat pada daerah implantasi plasenta sehingga bentuknya menjadi tidak sama, ini disebut tanda piskacek.
Tanda braxton hicks adalah adanya kontraksi rahim karena progesteron mengalami penurunan.
b.      Vagina
Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh esterogen sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan (tanda chadwick)

c.       Ovarium
Indung telur mengalami / mengandung korpos luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu.
d.      Payudara
Mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan laktasi pada saat masa laktasi, ini dipengaruhi oleh hormon esterogen dan progesteron dan somatotropin. Perubahan payudara diantaranya:
-          Menjadi lebih besar
-          Areola mammae makin hyperpigmentasi
-          Glandula monigometri makin tampak
-          Puting susu makin menonjol
-      Pengeluaran ASI belum berlangsung karena prolaktin belum berfungsi karena hambatan dari PH untuk mengurangi ASI
-          Setelah persalinan, hambatan prolaktin tidak ada sehingga pengeluaran ASI bisa berlangsung
e.       Sirkulasi darah ibu
1.      Volume darah serum bertambah 25%-38% x besar dari sel darah (20%) curah jantung bertambah 30% haemodilusi darah mulai tampak sekitar 16 minggu
2.      Sistem respirasi
Pada usia 32 minggu terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar, pernafasan meningkat 20% - 25%.
3.      Sel darah
Terjadi haemodilusi yang disertai anemia fisiologis sel darah meningkat sebesar 10.000/ml. LED meningkat mencapai 4x dari angka normal.
4.      Sistem pencernaan
Pengeluaran asam lambung meningkat dipengaruhi oleh esterogen yang dapat menyebabkan :
-          Pengeluaran air liur berlebihan (hipersalivasi)
-          Daerah lambung terasa panas
-          Mual, terutama di pagi hari (morning sickness)
-          Muntah
-          Progesteron menimbulkan gerak usus berkurang dan menyebabkan obstipasi
5.      Traktus Urinarius
Sering miksi karena desakan kandung kemih, filtrasi pada glomelorus bertambah sekitar 69% - 70%
6.      Perubahan pada kulit
Menjadi hiperpigmentasi pada strie gravidarum, lividae/alba areola mammae, linea nigra, cloasma gravidarum
7.      Metabolisme
Kebutuhan nutrisi makin meningkat untuk pertumbuhan janin dan persiapan pemberian ASI

Pertumbuhan dan Perkembangan Janin
Dipengaruhi oleh beberapa faktor dan sub faktor sbb :
a.       Faktor ibu
-          Keadaan kesehatan ibu saat hamil
-          Penyakit yang menyertai kehamilan
-          Penyakit kehamilan
-          Kelainan pada uterus
-          Kehamilan tunggal / ganda / triple
-          Kebiasaan ibu seperti merokok, alkohol, kecanduan
b.      Faktor janin
-          Jenis kelamin
-          Penyimpangan genetik, kelainan kongenital
-          Pertumbuhan abnormal
-          Infeksi intra uterin

Tes Kehamilan
Dipakai pemeriksaan hormon HCG dalam urin dasar reaksi antigen, antibodi dengan HCG sebagai antigen cara yang banyak digunakan adalah hemoglutinasi

Diagnosa Banding Kehamilan
a.       Hamil palsu
b.      Hematometra
c.       Tumor kandungan (miama uteri)
d.      Kandung kemih penuh
e.       Kista ovarium
(Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan : 127
ANTE NATAL CARE

1.      Definisi
Ante natal care adalah perawatan yang diberikan pada ibu selama masa kehamilan dan pertumbuhan janin dalam kandungan.
2.      Tujuan Asuhan Antenatal
  1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi
  2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi
  3. Mengenai secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan
  4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin
  5. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif
  6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayinya agar dapat tumbuh kembang secara normal
(Pelayanan kesehatan maternal neonatal, 2006 : 90)
3.      Kebijakan Program
Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 x selama kehamilan
a.       Satu kali pada triwulan pertama
b.      Satu kali pada triwulan kedua
c.       Dua kali pada triwulan ketiga
Pelayanan / asuhan standart minimal termasuk “ 7 T ”
  1. Timbang berat badan
  2. Ukur tekanan darah
  3. Ukur tinggi fundus uteri
  4. Pemberian imunisasi (tetanus toksoid) TT lengkap
  5. Pemberian tablet darah, minimum 90 tablet selama kehamilan
  6. Tes terhadap penyakit menular seksual
  7. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan
(Pelayanan kesehatan maternal neonatal, 2006 : 90)
4.      Konsep Pemeriksaan – Pengawasan Antenatal
  1. Anamnesa
-          Data biologis
-          Keluhan hamil
-          Fisiologis
-          Patologis
  1. Pemeriksaan fisik
-          Pemeriksaan fisik umum
-          Pemeriksaan fisik khusus
§         Obstetri
§         Pemeriksaan dalam / rektal
§         Pemeriksaan ultrasonografi
  1. Pemeriksaan psikologis
Kejiwaan dalam menghadapi kehamilan
  1. Pemeriksaan laboratorium
-          Laboratorium rutin
    • Darah lengkap
    • Urin lengkap
    • Tes kehamilan
-          Laboratorium khusus
§         Pemeriksaan torch
§         Pemeriksaan serologis
§         Pemeriksaan fungsi hati dan ginjal
§         Pemeriksaan protein darah
§         Pemeriksaan golongan darah
§         Pemeriksaan faktor Rh
§         Pemeriksaan air ketuban
§         Pemeriksaan infeksi hepatitis B ibu / bayi
§         Pemeriksaan estriol dalam urin
§         Pemeriksaan infeksi AIDS
  1. Diagnosis kehamilan
-          Kehamilan normal
§         Tanpa keluhan
§         Hasil pemeriksaan laboratorium baik
-          Kehamilan dengan resiko
§         Tinggi / sangat tinggi
§         Yang meragukan
§         Rendah
-          Kehamilan disertai penyakit ibu yang mempengaruhi janin
-          Kehamilan disertai komplikasi
-          Kehamilan dengan nilai nutrisi kurang
-          Diagnosa diferensial
  1. Penatalaksanaan lebih lanjut
  2. Pemeriksaan hamil

5.      Konsep Pemeriksaan Obstetri
  1. Anamnesa
1.      Anamnesa tentang identitas
-          Nama diri sendiri, suami
-          Alamat
-          Pekerjaan
2.      Anamnesa obstetri
-          Kehamilan keberapa
-          Apakah persalinan : spontan B, aterm, hidup atau dengan tindakan
-          Umur anak terkecil
-          Untuk primigravida, lama kawin dan umur
-          Tanggal haid terakhir
3.      Anamnesa tentang keluhan utama
Dikembangkan sesuai dengan lima kemungkinan
  1. Pemeriksaan Fisik
1.      Pemeriksaan Fisik Umum
a.       Kesan umum : komposmentis, tampak sakit
b.      Pemeriksaan
-          Tekanan darah, nadi, pernafasan, suhu, BB
-          Hal lain yang dipandang perlu
2.      Pemeriksaan Khusus Obstetri
a.       Inspeksi
-          TFU
-          Keadaan dinding abdomen
-          Gerak janin yang tampak
b.      Palpasi
-          Menurut kneble
-          Menurut leopold
-          Menurut boddin
-          Menurut Ahfeld

c.       Perkusi
-          Meteorisme
-          Tanda cairan bebas
d.      Auskultasi
-          Bising usus
-          DJJ
-          Gerak janin intrauterin
-          Hal lain yang terdengar
e.       Pemeriksaan dalam
-          Pembukaan
-          Perlunakan serviks
-          Ketuban
-          Penurunan bagian kepala
-          Penempatan kombinasi
-          Tumor yang menyertai bagian terendah
-          Pelvimetri panggul
f.       Pemeriksaan tambahan
-          Pemeriksaan laboratorium
-          Pemeriksaan ultrasonografi
-          Tes pemeriksaan air ketuban
-          Tes pemeriksaan baktenologis
  1. Diagnosis / Kesimpulan
  2. Sikap
  3. Diagnosis banding
  4. Progosa
(Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga untuk pendidikan bidan : 131 – 132)

6.      Palpasi Kehamilan Leopld antara lain
a.       Leopold I        :  Untuk menentukan tuanya kehamilan dan bagian apa yang terdapat dalam fundus
b.      Leopold II       :  Untuk menentukan dimana letaknya punggung anak dan dimana letaknya bagian-bagian kecil
c.       Leopold III     :  Untuk menentukan apa yang terdapat di bagian bawah dan apakah bagian bawah anak ini sudah atau belum terpegang oleh pintu atas panggul
d.      Leopold IV     :  Untuk menentukan apa yang menjadi bagian bawah dan berapa masuknya bagian bawah ke dalam rongga panggul
(Obstetri fisiologis, 1993 : 160 – 166)




Comments