Showing posts with label KESEHATAN. Show all posts
Showing posts with label KESEHATAN. Show all posts

Thursday, February 27, 2014

KONSEP PERSONAL HYGIENE

      Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseorang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. 
     Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat pentinu dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan, sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan. Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. 
       Oleh karena itu perlu bantuan orang lain. Peran perawat dalam personal hygiene adalah untuk mempertahankan atau membantu klien memelihara integritas kulit sehingga sel-sel kulit mendapat nutrisi dan hidrasi yang diperlukan untuk menahan cedera dan penyakit. 

Fisiologi Kulit 
Sistem integumen terdiri atas kulit, lapisan subkutan di bawah kulit dan pelengkapnya, seperti kelenjar dan kuku. Kulit terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan epidermis yang terdapat pada bagian atas yang banyak mengandung sel-sel epitel. Sel-sel epitel ini mudah sekali mengalami regeneras. Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah. Lapisan kedua adalah lapisan dermis yang terdiri atas jaringan otot, saraf folikel rambut dan kelenjar. Pada kulit terdapat 2 kelenjar : pertama kelnejar sebasea yang menghasilkan minyak yang disebut sebun yang berfungsi meminyaki kulit dan rambut. Kedua, kelenjar serumen yang terdapat dalam telingga yang berfungsi sebagai pelumas dan berwarna cokelat. 

Fungsi Kulit : 
  1. Proteksi tubuh 
  2. Pengaturan temperatur tubuh 
  3. Pengeluaran pembuangan air 
  4. Sensasi dari stimulus lingkungan 
  5. Membantu keseimbangan carian da eletrolit 
  6. Memproduksi dan mengabsorpsi vitamin D 
Macam-macam Personal Hygiene
  1. Perawatan kulit kepala dan rambut 
  2. Perawatan mata 
  3. Perawatan hidung 
  4. Perawatan telingga 
  5. Perawatan kuku kaki dan tangan 
  6. Perawatan genetalia 
  7. Perawatan kulit seruruh tubuh 
  8. Perawatantubuh secara keseluruhan 

Tujuan Personal Hygiene 
1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang 
2. Memelihara kebersihan diri seseorang 
3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang 
4. Mencagah penyakit 
5. Menciptakan keindahan 
6. Meningkatkan rasa percaya diri 

Tujuan perawatan personal hygiene adalah 
  • Menghilangkan minyak yang menumpuk , keringat , sel-sel kulit yang mati dan bakteri
  • Menghilangkan bau badan yang berlebihan 
  • Memelihara integritas permukaan kulit
  • Menstimulasi sirkulasi / peredaran darah 
  • Meningkatkan perasaan sembuh bagi klien
  • Memberikan kesempatan pada perawatan untuk mengkaji kondisi kulit klien. 
  • Meningkatkan percaya diri seseorang
  • Menciptakan keindahan 
  • Meningkatkan derajat kesehatan sesorang 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi PersonalHygiene 
  1. Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya. 
  2. Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola Personal Hygiene 
  3. Status sosial-ekonomi Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya 
  4. Pengetahuan Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. 
  5. Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. 
  6. Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain
  7. Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. 

Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hygiene 
  1. Dampak Fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada kuku. 
  2. Dampak Psikososial Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhanharga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. 
Prinsip dalam melakukan perawatan personal hygiene 
  1. Gunakan komunikasi terapeutik selama perawatan hygiene 
  2. Selama dalam perawatan hygiene,Perawat dapat melakukan tindakan keperawatan yang lain, misalkan latihan gerak 

Anatomi dan fisiologi 
      Rongga mulut dilapisi dengan membran mukosa. Membra merupakan jaringan epitel yang melapisi dan melindungi organ ,mensekresi mukus untuk menjaga jalan saluran sistem pencernaan dan mengabsorbsi nutrien. Mulut atau bukal rongga yang terdiri dari bibir sekitar pembukaanmulut, leher sepanjang sisi dinding rongga,lidah serta otonya, langi-langit mulut bagian depan dan belakang yang mebentuk akar rongga.

Kelainan / Patofisiolologi gigi dan mulut 
      Mulut merupakan suatu tempat yang amat ideal bagi perkembangan bakteri. Bila tidak dibersihkan dengan sempurna, sisa makanan yang terselip bersama bakteri akan tetap melekat pada gigi kita dan akan bertambah banyak dan membentuk koloni yang disebut plak, yaitu lapisan film tipis, lengket dan tidak berwarna. Plak merupakan tempat pertumbuhan ideal bagi bakteri yang dapat memproduksi asam. Jika tidak disingkirkan dengan melakukan penyikatan gigi, asam tersebut akhirnya akan menghancurkan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang. 
         Selain itu plak ini juga berpengaruh terhadap kesehatan jaringan pendukung gigi seperti gusi dan tulang pendukungnya. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang menempel pada plak di atas permukaan gigi dan di atas garis gusi. Kuman-kuman pada plak menghasilkan racun yang merangsang gusi sehingga terjadi radang gusi, dan gusi menjadi mudah berdarah. 
      Bila dibiarkan, keadaan ini dapat menjadi lebih buruk dengan bergeraknya gusi dari perlekatannya dengan gigi, sehingga mempengaruhi tulang pendukung dan ligamen (jaringan pengikat) sekitarnya dan menyebabkan tanggalnya gigi. 
          Gigi yang sehat adalah gigi yang rapi, bersih, bercahaya, dan didukung oleh gusi yang kencang dan berwarna merah muda. Pada kondisi normal, dari gigi dan mulut yang sehat ini tidak tercium bau tak sedap.Kondisi ini hanya dapat dicapai dengan perawatan yang tepat. Namun, oleh karena berbagai faktor (misalnya biaya dokter gigi yang relatif lebih mahal daripada dokter umum) kesehatan gigi seringkali tidak menjadi prioritas. Kita hanya pergi ke dokter gigi kalau keadaan gigi sudah parah dan rasa sakit tidak tertahankan lagi. 
          Padahal, gigi yang sudah dalam keadaan terinfeksi berat dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. Selain itu, gigi yang tidak terawat juga menyebabkan nafas tidak segar yang ujung-ujungnya bisa menghambat pergaulan. Karena itulah, sebagai remaja (apalagi yang sedang melakukan pendekatan pada pujaan hati) kita harus tahu seluk beluk perawatan mulut dan gigi.

Beberapa gangguan yang terjadi pada gigi dan mulut : 
  • Bau mulut Selain rasa sakit, akibat paling nyata dari buruknya kondisi mulut dan gigi adalah bau mulut. Bau mulut sendiri dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal biasanya disebabkan oleh penyakit sistemik yang merupakan tanda-tanda adanya masalah kesehatan lain, seperti diabetes melitus, kelainan pada saluran pencernaan atau pernafasan, penyakit-penyakit pada kerongkongan Sedangkan faktor eksternal disebabkan oleh jenis makanan yang dimakan seperti pengaruh minuman kopi, alkohol, makanan berbumbu bawang putih atau bawang merah, faktor pembersihan gigi yang tidak optimal, dan kebiasaan merokok. Mulut yang kering karena kurang minum air juga merupakan kontributor penyebab masalah bau mulut. Karena itulah, ketika bangun tidur di pagi hari bau mulut kita juga kurang sedap, yang segera hilang setelah kita sikat gigi dan minum air.
  • Akibat lain dari gigi tidak terawat Walaupun amat jarang terjadi, penyakit gigi terkadang dapat juga menyebabkan kematian. Gigi berlubang yang didiamkan dan tidak dirawat akan menjadi sumber infeksi dan dapat mempengaruhi kondisi organ lainnya Bakteri dari gigi berlubang dapat terus menembus jaringan lebih dalam yang disebut pulpa gigi yang terdiri dari jaringan syaraf, pembuluh darah dan limfe. Bakteri kemudian menghancurkan seluruh pulpa, terkadang sampai tidak ada lagi jaringan pulpa yang masih hidup. Keadaan ini memungkinkan terjadinya pembengkakan pada ujung akar berbentuk kantung yang disebut granuloma. Granuloma mengandung jaringan lunak, bakteri, nanah dan lain sebagainya, yang dapat tertekan dalam aliran darah sehingga terbawa ke bagian lain dari tubuh. Selain aliran darah, penyebaran bakteri atau nanah ini dapat juga melalui saluran limfe, hubungan langsung dengan saluran pernafasan dan saluran pencernaan. Penyebaran bakteri ke daerah lain juga dapat menimbulkan penyakit seperti misalnya pada mata, hidung, jantung, persendian, sakit, penyakit pada saluran pencernaan. Keadaan ini disebut sebagai infeksi fokal. 
  • Dua tipe masalah besar adalah karies gigi (lubang) dan penyakit periodontal (pyorrhea). Karies gigi merupakan masalah mulut paling umum dari orang muda. Perkembangan lubang merupakan proses patologi yang melibatkan kerusakan email gigi pada akhirnya melalui kekurangan kalsium. Kekurangan kalsium adalah hasil dari akumulasi musin, karbohidrat, basilus asam laktat pada asaliva yang secara normal ditemukan pada mulut, yang membentuk lapisan gigi yang disebut plak. Plak adalah transparan dan melekat pada gigi, khususnya dekat dasar kepala gigi pada margin gusi. Plak mencegah dilusi asam normal dan netralisasi, yang mencegh disolusi bakteri pada rongga mulut. Asam akhirnya merusak gigi dan email, pada kasus yang berat, merusak pulpa atau jaringan spon dalam gigi. Lubang pertama kali mulai sebagai diskolorasi pengapuran putih dari gigi. Selanjutnya dengan berkembangnya lubang, gigi menjadi kecoklatan atau kehitaman.
  • Untuk orang yang berusia lebih dari 35 tahun, masalah yang paling umum adalah pyorrhea. Penyakit periodontal adalah penyakit jaringan sekitar gigi, seperti peradangan membrane periodontal atau ligament periodontal (mosby, 1994). Diperkirakan bahwa 25% - 75% populasi orang dewasa dengan gigi alami memiliki beberapa bukti dari penyakit ini (Coleman, Nelson, 1993). Penambahan penyakit seperti berikut: 
    • Deposit kalkulus pada gigi digaris gusi.
    • Ginginya menjadi bengkak dan perih.
    • Peradangan menyebar, pembentukan celah atau kantong antara gusi dan gingival, gusi menyusut.
    • Tulang alveolar hancur, dan gigi lepas (lewis, collier, 1996).
  • Halitosis (bau nafas) merupakan masalah umum. Hal ini akibat hygiene mulut yang buruk, memasukkan makanan tertentu, atau proses infeksi atau penyakit. Hygiene mulut yang tepat mengeliminasi bau, kecuali penyebabnya adalah kondisi sistemik seperti penyakit liver atau diabetes.
  • Perawat seringkali menghadapi keilosis pada klien. Gangguan termasuk bibir yang retak, terutama pada sudut mulut. Defisiensi riboflavin, nafas mulut, dan saliva yang berlebihan dapat menyebabkan keilosis., pemberian minyak pada bibir mempertahankan kelembaban, dan salep antijamur atau antibakteri memperkecil perkembangan mikroorganisme. 
  • Gejala penyakit periodontal meliputi gusi yang berdaiah; bengkak, jaringan yang radang; garis gusi yang menyusut, dengan pembentukan celah atau kantong antara gusi dan gigi dan kehilangan gigi tiba-tiba. Jika perawatan mulut yang tepat tidak dipertahankan, maka bekteri mati, disebut tartar yang mengumpul disepanjang garis gusi. Tartar menyerang gusi dan serat yang menempel pada gigi, akibatnya kehilangan gigi. Tindakan preventif paling baik adalah pembersihan denganflossing dan gosok gigi yang teratur. 

Masalah Mulut Lain 
Stomatitis adalah kondisi peradangan pada mulut karena kontak dengan pengiritasi, seperti tembakau; defisiensi vitamin; infeksi oleh bakyeri, virus, atau jamur; atau penggunaan obat kemoterapi. Glositis adalah peradangan lidah hasil karena penyakit infeksi atau cidera, seperti luka bakar atau gigitan. Gengikitis adalah peradangan gusi, biasanya karena higiene mulut yang buruk atau terjadi tanda leukimia, defisiensi vitamin, atau diabetes melitus. Perawatan mulut khusus merupakan keharusan apabila klien memiliki masalah oral ini. Perubahan mukosa mulut yang berhubungan dengan mudah mengarah kepada malnutrisi, yang merupakan perhatian utama bagi klien yang memiliki kanker (Griefzu, Radjeski, Winnick, 1990).

Nursing Proses 
  • Pengkajian Pengkajian perawat tentang bibir,gigi,mukosa buccal,gusi,langit- langit,dan lidah klien. Perawat memeriksa semuadaerah ini dengan hati- hati tentang warna,hidrasi,tekstur,dan lukannya. Klien yang tidak mengikuti praktik hygiene mulut yang teratur akan mengalami penurunan jaringan gusi,gusiyang meradang,gigi yang hitam (khususnya sepanjang margin gusi),karies gigi, kehilangan gigi, dan halitosis. Rasa sakit yang dilokalisasi adalah gejala umum dari penyakit gusi atau gangguan gigi tertentu. Infeksi pada mulut melibatkan organisme seperti treponeme pallidum, neisseria gonorrhoeae, dan hominis virus herpes. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jika klien hendak memperoleh radiasi atau kemoterapi,sangat penting mungumpulkan data dasr mengenai keadaan rongga mult klien. Hal ini berfungsi sebagai dasar untuk perwatan preventif bagi klien saat mereka melewati pengobatan ( Greifzu Radjeski, Winnick, 1990). Pengkajian rongga mulut klien dapat menunjukkan perubahan aktual atau potensial dalam integritas struktur mulut. Diagnosa keperawatan yang berhubungan dapat merefleksikan masalah atau komplikasi akibat perubahan rongga mulut. Penemuan perawat juga menunjukkan kebutuhan klien untuk bantuan perawatan mulut karena defisit perawatan-diri. Identifikai diagnosa yang akurat memerlukan seleksi faktor yang berhubungan yang menyebabkan masalah klien. Perubahan pada mukosa mulut akibat pemaparan radiasi, misalnya, akan memerlukan intervensi berbeda dari pada kerusakan mukosa akibat penempatan selang andotrakea. 
  • Perencanaan Menyusun rencana keperawatan untuk klien yang membutuhkan higiene mulut termasuk mempertimbangkan pilihan, status emosional, sumber daya ekonomi, dan kemampuan fisik klien. Perawatan harus membina hubungan yang baik dengan klien untuk membantu praktik higiene mulut. Beberapa klien sanat sensitif tentang kondisi mulut mereka dan engganmembiarkan orang lain merawat. Dalam banyak kasus, klien (seperti yang terkena diabetes dan kanker ) juga tidak sadar bahwamereka berisiko penyakit gigi dan periodontal dan karenanya memerlukan pendidikan ekstensif. Klien yang mengalami perubahan mukosa akan memerlukan perawatan jangka panjang. Hasil tidak dapat terlihat untuk beberapa hari atau minggu. Keluarga dapat memainkan peranan penting dalam pembelajaran bagaimana untuk memeriksa rongga mulut klien terhadap perubahan dan memberikan higiene mulut meliputi sebagai berikut : 
  1. Klien akan memiliki mukosa mulut utuh yang terhidrasi baik. 
  2. Klien mampu melakukan sendiri perawatan higiene- mulut dengan benar. 
  3. Klien akan mencapai rasa nyaman . 
  4. klien akan memahami praktik higiene-mulut. 
  • Implementasi Higiene mulut yang baik termasuk kabersihan, kenyaman, dan kelembaban struktur mulut. Perawatan yang tepat mencegah penyakit mulut dan kerusakan gigi. Klien di rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang seringkali tidak menerima perawatan agresif yang mereka butuhkan. Perawatan mulut harus diberikan teratur dan setiap hari. Frekuensi tindakan higiene bergantung pada rongga mulut klien. 
  • Evaluasi 
  • Melihat kembali perkembangan kesembuhan klien 
  • Hasil yang diharapkan dari hygiene mulut tidak dapat dilihat dalam beberapa hari 
  • Pembersihan yang berulang-ulang harus sering kali dilakukan. 
  • Perawat mengantisipasi kebutuhan untuk mengubah intervensi selama evaluasi

Friday, March 25, 2011

HERNIA

HERNIA

Adalah suatu benjolan/penonjolan isi perut dan rongga normal melalui lubang kongenital atau didapat.
Adalah penonjolan usus melalui lubang abdomen atau lemahnya area dinding abdomen

Is the abnormal protrusion of an organ, tissue, of pari of an organ through the structure that normally colains it

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa hernia adalah penonjolan dari isi perut dalam rongga normal melalui lubang yang kongenital ataupun didapat.



ETIOLOGI HERNIA


Hernia dapat terjadi karena lubang embrional yang tidak menutup atau melebar, atau

akibat tekanan rongga perut yang meninggi


KLASIFIKASI HERNIA


Menurut/tofografinya : hernia inguinalis, hernia umbilikalis, hernia femoralis dan


sebagainya.


Urut isinya : hernia usus halus, hernia omentum, dan sebagainya.


Menurut terlibat/tidaknya : hernia eksterna (hernia ingunalis, hernia serofalis dan sebagainya).


Hernia inferna tidak terlihat dari luar (hernia diafragmatika, hernia foramen winslowi, hernia obturatoria).


Causanya : hernia congenital, hernia traumatika, hernia visional dan sebagainya.


Keadaannya : hernia responbilis, hernia irresponibilis, hernia inkarserata, hernia strangulata.


Nama penemunya :


 Petit (di daerah lumbosakral)
 Spigelli (terjadi pada lenea semi, sirkularis) di atas penyilangan rasa epigastrika inferior pada muskulus rektus abdominis bagian lateral.
 Richter: yaitu hernia dimana hanya sebagian dinding usus yang terjepit.



Beberapa hernia lainnya


 Pantrolan adalah hernia inguinalis dan hernia femoralis yang terjadi pada satu sisi dan dibatasi oleh rasa epigastrika inferior.
 Skrotalis adalah hernia inguinalis yang isinya masuk ke skrotum secara lengkap.
 Littre adalah hernia yang isinya adalah divertikulum Meckeli



TANDA DAN GEJALA HERNIA


Umumnya penderita menyatakan turun berok, burut atau kelingsir atau menyatakan adanya benjolan di selakanganya/kemaluan.benjolan itu bisa mengecil atau menghilang, dan bila menangis mengejan waktu defekasi/miksi, mengangkat benda berat akan Timbul kembali. Dapat pula ditemukan rasa nyeri pada benjolan atau gejala muntah dan mual bila telah ada komplikasi.



PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK HERNIA


Umumnya penderita menyatakan turun berok, burut atau kelingsir atau menyatakan adanya benjolan di selakanganya/kemaluan.benjolan itu bisa mengecil atau menghilang, dan bila menangis mengejan waktu detekasi/miksi, mengangkat benda berat akan timbul kembali. Dapat pula ditemukan rasa nyeri pada benjolan atau gejala muntah dan mual bila telah ada komplikasi.


PENATALAKSANAAN HERNIA


Pada hernia inguinalis lateralis reponibilis maka dilakukan tindakan bedah efektif karena ditakutkan terjadi komplikasi. Pada yang ireponibilis, maka diusahakan agar isi hernia dapat dimasukkan kembali. Pasien istirahat baring dan dipuasakan atau mendapat diit halus. Dilakukan tekanan yang kontinyu pada benjolan misalnya dengan bantal pasir. Baik juga dilakukan kompres es untuk mengurangi pembengkakan. Lakukan usaha ini berulang-ulang sehingga isi hernia masuk untuk kemudian dilakukan bedah efektif di kemudian hari atau menjadi inkarserasi.


Pada inkerserasi dan strangulasi maka perlu dilakukan bedah darurat. Tindakan bedah pada hernia ini disebut herniotomi (memotong hernia dan hermorafi (menjahit kantong hernia). Pada bedah efektif manalis dibuka, isi hernia dimasukkan, kantong diikat dan dilakukan "bassin plasty'' untuk memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis.


Pada bedah darurat, maka prinsipnya seperti bedah efektif. Cincin hernia langsung dicari dan dipotong. Usus dilihat apakah vital/tidak. Bila tidak dikembalikan ke rongga perut dan bila tidak dilakukan reseksi usus dan anastomois "end to end”

Monday, March 14, 2011

AKSEPTOR BARU KB IMPLANT

Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Pengguna kontrasepsi merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi fertilitas (Sarwono Prawirahardjo 2002 : 905)

Kontrasepsi suntik adalah alat kontrasepsi hormonal yang pemberianya 4,8,12 minggu yang mengandung hormonal estrogen dan progesteron.

Tujuan KB nasional adalah mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera ini menjadi dasar terwujudnya. Masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pertambahan penduduk Indonesia. Sasaran gerakan KB nasional adalah pasangan usia subur, Generasi muda dan purna, pelaksanaan dan pengelolaan KB, sasaran wilayah khusus seperti Industri kemungkinan dekat, daerah kumuh, daerah pantai dan terpencil (Sarwono Prawirahardjo 2002 :902).
  1. DEFINISI KB IMPLAN
    SUSUK KB(NORPLANT ATAU IMPLANT) adalah:

    Alat KB bawah kulit atau sering disebut (AKDR).

    Efektifitas progestin sebagai kontrasepsi dapat diperpanjang dengan cara memasukkan progestin tersebut ke suatu delifery system.ada beberapa macam delifery system antara lain cincin vagina,implant dan microkapsul. Satu-satunya kontrasepsi implant yang beredar dipasaran adalah Norplant.

     Norplant terdiri atas enam kapsul, masing-masing mengandung 36 mg levonergestrel dengan diameter 2,4mm dan panjang 3,4cm. Setelah disusukkan keenam kapsul akan mengeluarkan 80 mcg levonorgestrel per hari selama 6-18 bulan pertama.

    Norplant generasi kedua, terdiri atas 2 kapsul dengan diameter 2,4mm dan panjang 4,4 cm, telah pula dikembangkan oleh population council. Saat ini Norplant -2 tersebut sedang menjalani uji klinik fase III. Kontrasepsi implant ini yang sedang mengalami uji klinik saat ini adalah craponor, yang dikembangkan oleh contraceptive Branch of the U.S. National Instituteof child Health and Human Development bekerjasama dengan WHO's Special Programme of Researchin human Reprodoction. Capronor terdiri dari kapsul biodegradable yang efektif sebagai kontrasepsi selama 12 bulan. Dan sekarang copronor sedang menjalani uji klinik fase II. (sarwono,2006:921 -922)
  2. CARA KERJA

    Ø Lendir servik menjadi lebih kental

    Ø Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi.

    Ø Mengurangi transportasi sperma.

    Ø Menekan ovulasi.

    Ø Membuat getah servik menjadi kental

    Ø Membuat endometrium tidak siap menerima kehamilan.

    Ø Menghalangi migrasi spermatozoa.

  3. EFEKTIFITAS

    Sangat efektif 90,2-1 kehamilan per 100 perempuan

    A. Keuntungan Kontrasepsi

    • Daya guna tinggi.

    • Perlindungan jangka panjang( sampai 5 tahun)

    • Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan

    • Tidak memerlukan pemeriksaan dalam.

    • Bebas dari pengaruh estrogen.

    • Tidak mengganggu kegiatan senggama.

    • Tidak mengganggu ASI.

    • Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan.

    • Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan.

    • Control medis ringan.

    • Dapat di layani di daerah pedesaan.

    • Penyulit medis tidak terlalu tinggi.

    • Biaya ringan

    B. Keuntungan Nonkontrasepsi

    • Mengurangi nyeri haid

    • Mengurangi jumlah darah haid.

    • Mengurangi /memperbaiki anemia.

    • Melindingi terjadinya kanker endometrium.

    • Menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara.

    • Melindungi diri dari beberapa penyakit radang panggul

    • Menurunkan angka kejadian endometriosis.

    C. Kerugian Kontrasepsi

    • Menimbulkan gangguan menstruasi, yaitu tidak mendapat menstruasi dan terjadi perdarahan yang tidak teratur

    • Berat badan bertambah

    • Menimbulkan akne, ketegangan payudara

    • Liang senggama terasa kencang

    (Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, 2003:MK-53 )

    D. Keterbatasan

    Kebanyakan klien dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa pedarahan bercak (spotting), hipermenorea, atau meningkatnya jumlah darah haid, serta amenorea. timbulnya keluhan-keluhan ,seperti:

    • Nyeri kepala

    • Peningkatan/penurunan berat badan.

    • Nyeri payudara

    • Perasaan mual

    • Pening/ pusing kepala

    • Perubahan perasaan (mood) atau kegelisahan (nervousnes)

    • Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan

    • Tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual termasuk AIDS.

     • Klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasesi ini sesuai dengan keinginan ,akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan.

    • Efektifitasnya menurun bila menggunakan obat-obat tuberkulosis (rifampisin)atau obat epilepsi (fenitoin dan barbiturat)

    • Terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi, (1,3 per 100.000 perempuan per tahun)

    E. Yang Boleh Menggunakan Implant

    • Usia reproduksi

    • Telah memiliki anak ataupun yang belum

    • Menghendaki kontrasepsi yang memiliki efektifitas tinggi dan menghendaki pencegahan kehamilan jangka panjang

    • Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi

    • Pasca persalinan dan tidak menyusui

    • Pasca keguguran

    • Tidak menginginkan anak lagi, tetapi menolak sterilisasi

    • Riwayat kahamilan ektopik

    • Tekanan darah < 180/110 mmHg, dengan masalah pembekuan darah, atau anemia bulan sabit (sikcle cell).

    • Sering lupa menggunakan pil.

    F. Yang Tidak Boleh Menggunakan Implant.

    • Hamil atau diduga hamil

    • Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya

    • Benjolan /kanker payudara atau riwayat kanker payudara

    • Tidak dapat menerima perubahan pola haid yan terjadi

    • Miom uterus dan kanker payudara

    • Gangguan toleransi glukosa.

    G. Waktu Mulai Menggunakan Implant.

    • Setiap saat selama siklus haid hari ke-2 sampai hari ke-7,tidak diperlukan metode kontrasepsi tambahan.

    • Insersi dapat dilakukan setiap saat, asal saja diyakini tidak terjadi kehamilan. Bila diinsersi setelah hari ke-7 siklus haid, klien jangan melakukan hubungan seksual, atau menggunakan motode kontrasepsi lain untuk 7 hari saja.

    • Bila klien tidak haid, insersi dapat dilakukan setiap saat,asal saja diyakini tidak terjadi kehamilan, jangan melakukan hubungan seksual atau gunakan metode kontrasepsi lain untuk 7 hari saja.

    • Bila menyusui antara 6 minggu sampai 6 bulan pascapersalinan, insersi dapat dilakukan setiap saat, bila menyusui penuh, klien tidak perlu memakai metode kontrasepsi lain.

    • Bila setelah 6 minggu melahirkan dan telah terjadi haid kembali, insersi dapat dilakukan setiap saat, tetapi jangan melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan metode kontrasepsi lain untuk 7 hari saja.

    • Bila klien menggunakan kontrasepsi hormonal dan ingin menggantinya dengan implant, insersi dapat dilakukan setiap saat, asal saja diyakini klien tersebut tidak hamil, atau klien menggunakan kontrasepsi terdahulu dengan benar.

    • Bila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrasepsi suntikan, implant dapat diberikan pada saat jadwal kontrasepsi tersebut. Tidak diperlukan metode kontrasepsi lain.

    • Bila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrasepsi nonhormonal (kecuali AKDR) dan klien ingin menggantinya dengan norplant, insersi norplant dapat dilakukan setiap saat, asal saja diyakini klien tidak hamil. Tidak perlu menunggu sampai datangnya haid berikutnya.

    • Bila kontrasepsi sebelumnya adalah AKDR dan klien ingin menggantinya dengan implant, norplant dapat diinsersikan pada saat haid hari ke-7 dan klien jangan melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau gunakan metode kontrasepsi lain untuk 7 hari saja, implant segera dicabut.

    • Pasca keguguran implant dapat segera diinsersikan.

    H. Instruksi Untuk Klien.

    • Daerah insersi harus tetap dibiarkan kering dan bersih selama 48 jam pertama, hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi pada luka insisi.

    • Perlu dijelaskan bahwa mungkin terjadi sedikit rasa perih, pembengkakan, atau lebam pada daerah insisi. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan.

    • Pekerjaan rutin harian tetap dikerjakan namun hindari benturan, gesekan atau penekanan pada daerah insisi.

    • Balutan penekan jangan dibuka selama 48 jam, sedangkan plester dipertahankan hingga luka sembuh (biasanya 5 hari).

    • Setelah luka sembuh, daerah tersebut dapat disentuh dan dicuci dengan tekanan yang wajar.

    • Bila ditemukan adanya tanda-tanda infeksi seperti demam, peradangan, atau bila rasa sakit menetap selama beberapa hari, segera kembali ke klinik.

    I. Informasi Lain Yang Perlu Disampaikan

    • Efek kontrasepsi timbul beberapa jam setelah insersi dan berlangsung hingga 5 tahun bagi norplant dan 3 tahun bagi susuk implanont, dan akan berakhir sesaat setelah penganggkatan.

    • Sering ditemukan gangguan pola haid.terutama oada 6 sampai 12 bulan pertama. beberapa perempuan mungkin akan mengalami berhentinya haid sama sekali.

    • Obat-obat tuberkulosis ataupun obat epilepsi dapat menurunkan efektifitas implant.

    • Efek samping yang berhubungan dengan implant dapat berupa sakit kepala, penambahan berat badan, dan nyeri payudara. Efek-efek samping ini tidak berbahaya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya.

    • Norplant dicabut setelah 5 tahun pemakaian, susuk implanont dicabut setelah 3 tahun, dan bila dikehendaki dapat dicabut lebih awal.

    • Bila norplant dicabut setelah 5 tahun dan susuk implanont sebelum 3 tahun, kemungkinan hamil sangat besar, dan meningkatkan resiko kehamilan ektopik.

    • Berikan kepada klien kartu yang ditulis nama, tanggal insersi, tempat insersi, dan nama klinik.

    • Implant tidak melindungi klien dari infeksi menular seksual, termasuk AIDS. Bila pasangannya memiliki resiko, perlu menggunakan kondom untuk melakukan hubungan seksual.

    J. Jadwal Kunjungan Kembali Ke Klinik

    Klien tidak perlu kembali ke klinik, kecuali ada masalah kesehatan atau klien ingin mencabut implant. Klien dianjurkan kembali ke klinik tempat implant dipasang bila ditemukan hal-hal sebagai berikut.

    • Amenorea yang disertai nyeri perut bagian bawah.

    • Perdarahan yang banyak dari kemaluan

    • Rasa nyeri pada lengan

    • Luka bekas insisi mengeluarkan darah atau nanah

    • Ekspulsi dari batang implant

    • Sakit kepala hebat atau penglihatan menjadi kabur

    • Nyeri dada hebat

    • Dugaan adanya kehamilan.

    (Buku Panduan praktis Pelayanan Kontrasepsi, MK-56 : 2003 )
  4. PERINGATAN KHUSUS BAGIPENGGUNA IMPLANT

    • Terjadi keterlambatan haid yang sebelumnya teratur, kemungkinan telah terjadi kehamilan.

    • Nyeri perut bagian bawah yang hebat, kemungkinan terjadi kehamilan ektopik

    • Terjadi perdarahan banyak dan lama

    • Adanya nanah atau perdarahan pada bekas insersi implant

    • Ekspulsi batang implant (Norplant)

    • Sakit kepala migrant, sakit kepalaa berulang yang hebat, atau penglihatan menjadi kabur.

  5. TEKNIK PEMASANGAN SUSUK KB (IMPLANT )

     Prinsip pemasangan susuk KB adalah dipasang pada lengan kiri atas dan pemasangan seperti kipas mekar dengan 6 kapsul.

    ~ Teknik pemasangan susuk KB adalah sebagai berikut:

    • Rekayasa tempat pemasangan dengan tepat seperti kipas terbuka.

    • Tempat pemasangan dilengan kiri atas ,dipatirasa dengan lidokain 2%

    • Dibuat insisi kecil,sehingga trokar dapat masuk

    • Trokar ditusukkan subcutan sampai batasnya

    • Kapsul dimasukkan kedalam trokar, dan didorong dengan alat pendorong sampai ada tahanan.

    • Untuk menempatkan kapsul,trokar ditarik keluar.

    • Untuk meyakinkan bahwa kapsul telah ditempamya, alat pendorong dimasukkan sampai terasa tidak ada tahanan

    • Setelah 6 kapsul dipasang,bekas insisi ditutup dengan tensoplast (band aid).

    ~ Pencabutan susuk KB sebelum waktunya

    Keinginan peserta KB untuk mencabut susuk KB dengan alasan ingin punya anak lagi dan terjadi perdarahan /gangguan menstruasi. Pada pencabutan banyak dijumpai kesulitan sehingga diupayakan untuk merekayasa teknik pencabutan sebagai berikut:

    1. Metode Standart Tempat pencabutan didesinfektan kemudian ditutup dengan duk. Dilakukan patirasa lokal dengan lidokain 2%. Insisi dibuat pada sekitar tempat insersi susuk KB.

    Pencabutan dengan cara:

    • Teknik blind (buta).

    Kapsul dijepit dengan klem arteri dan selanjutnya ditarik keluar.

    • Teknik a vue.

    Ujung kapsul dibersihkan dari jaringan ikat dan selanjutnya dipegang dengan klem arteri dan dieluarkan.

    • Teknik U.

    Tempat pencabutan di desinfektan kemudian ditutup dengan duk steril

    Insisi dibuat sejajar dengan pemasangan susuk KB

    Jaringan penutup susuk KB dibersihkan

    Mat U dipakai memegang kapsul, ditarik kebawah insisi, jaringan ikatnya

    dibersihkan dan selanjutnya kapsul ditarik keluar.

    • Teknik tusuk (Ma )pencabutan susuk KB.

    Tahap pencabutan susuk KB dengan teknik tusuk (Ma )sebagai berikut:

    Tahap desinfektan.

    Desinfeksi lapangan operasi dengan betadin /isodin, yodium, alkohol, atau bahan desinfektan lainnya. Setelah steril, lapangan operasi ditutup dengan duk seril.

    Tahap insisi luka tempat pencabutan

    Anastesi lokal.

    * Tempat tusuk KB dipasang (ujung distal )dengan lidokain.

    * Anestasi dibawah kapsul susuk KB sehingga dapatbmendorong kepemukaan kulit.

    * Anestesi diratakan dan ditunggu sekitar 2 menit.



    2. Insisi tempat pencabutan

    • Dilakukan melintang dibagian pangkal susuk KB ditusukkan.

    • Insisi di perdalam dan jaringan ikat lemak yang melekat pada kapsul susuk KB sebagian dibersihkan dengan klem arteri.

    • Tahap pencabutan susuk KB

    • Tangan kanan mendorong satu kapsul KB kearah luka insisi.

    • Tangan kiri memegang pinset atau klem arteri untuk menjepit atau menangkap kapsul susuk KB.

    • Kapsul susuk KB ditarik semaksimal mungkin kearah luka insisi.

    • Setelah kapsul susuk KB yang elastis terpegang oleh pinset atau klem arteri, untuk mengeluarkannya dapat ditempuh dua jalan:

    - Bersihkan kapsul susuk KB dari jarigan ikat susuk dengan pisau yang di pegang oleh tangan kanan sampai tampak putih.

    - Setelah tampak putih ( bebas dari jaringan ikat ) alat tusuk (Ma) di tusuk pada kapsul terus mengait keluar.

    - Tangan kanan mengambil alat tusuk ( Ma ) dan menusukkan ke dalam kapsul serta mengungkit kapsul ke arah luka insisi.

    • Pinset atau klem arteri di lepaskan dari tangan kiri.

    • Tangan kiri mengambi pisau untuk membebaskan sedikit demi sedikit kapsul jaringan ikat.

    • Kapsul terus di ungkit ke arah luka insisi dan selanjutnya dengan mudah dapat di keluarkan dari implantasinya.

    Penutupan luka insisi

    - Luka insisi di tutup dangan tensoplast (Band aid).

    - Untuk profilaksis di berikan antibiotik dan analgesik.

    - Kontrol kembali setelah 5 sampai 7.

    ~ Keuntungan pencabutan susuk KB dengan tehnik tusuk ( Ma)

    • Harga alatnya sangat murah dan sangat mudah di buat oleh siapa dan di mana saja.

    • Tehnik tusuk (Ma) mudah di ajarkan sehingga dalam waktu singkat menambah jumlah tenaga terlatih.

    • Kerusakan jaringan berkurang sehingga memperkecil komplikasi.

    • Ketinggalan kapsul susuk KB dapat diperkecil.

    • Waktu pencabutan dapat di perpendek.


    ~ Kesulitan susuk KB dengan tehnik tusuk (Ma)

    Seperti tehnik untung Praptohardjo dan tehnik konvensional yang di anjurkan maka tehnik tusuk ( Ma ) untuk menjacut susuk KB tidak lepas dari keulitan karena:

    - Posisi kapsul susuk KB yang berjauhan.

    - Pemasangan terlalu dalam.

    - Kapsul susuk KB yang rapuh atau rusak.

    - Waktu pencabutan bervariasi.

    - Masih dapat menjadi komplikasi.

    (Penyakit kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, 446 : 1998)

Tuesday, February 22, 2011

KESEHATAN REPRODUKSI

Keluarga merupakan organisasi sosial paling penting dalam kelompok sosial. Keluarga merupakan lembaga paling utama dan paling pertama bertanggung jawab ditengah masyarakat dalam menjamin kesejahteraan sosial dan kelestarian biologis anak manusia, karena ditengah keluarga anak manusia dilahirkan serta dididik sampai menjadi dewasa.

Keluarga merupakan kelompok sosial paling intim, yang di ikat oleh relasi seks, cinta, kesetiaan, dan pernikahan, dimana wanita berfungsi sebagai istri, dan pria berfungsi sebagai suami. Dilihat dari segi naluri, dorongan paling kuat bagi wanita untuk kawin ialah : Cinta dan mendapatkan keturunan dari orang yang dicintainya, walaupun hal ini menuntut banyak penderitaan lahir dan batin pada diri wanita tersebut. Penderitaan dalam status perkawianan ini oleh banyak sosiolog disebut sebagai ” Sindrom ibu-ibu rumah tangga ” (syndrome : totalitas kompleks dari gejala penyakit / patotlogis).


Namun, walaupun mengalami banyak penderitaan, setiap wanita normal pada umumnya masih mengiginkan hidup berkeluarga. Karena keluarga merupakan arena peluang untuk memainkan fungsi, yaitu :

  • Peran sebagai istri

Mencakup sikap  hidup yang mantap , bila mendampingi suami dalam situasi yang bagaimanapun juga, disertai rasa kasih syang, kecintaan, dan kesetian pada partner hidupnya juga mendorong suami untuk berkarier dengan cara –cara sehat.

Mengimplikasikan hal sebagai berikut

  1. Terdapatnya hubungan hetero-seksual yang memuaskan, tanpa difungsi (gangguan-ganngguan fungsi) seks.
  2. Ada relasi seksual  yang  tidak berlebih-lebihan
  3. Tidak hiperseksual, juga tidak kurang.

Maka kehidupan seks yang mapan itu terutama disebabkan oleh :

  1. Kehidupan psikis yang stabil
  2. Imbang.
  3. Tanpa konflik-konflik batin yang serius.
  4. Ada kesediaan untuk memahami partnernya.
  5. Rela berkorban.

  • Fungsi sebagai ibu dan pendidik

Bagi anak-anaknya bisa dipenuhi dengan baik, bila ibu tersebut mampu menciptakan iklim psikis yang gembira-bahagia dan bebas        : sehingga suasana rumah tangga jadi semarak, dan bisa memberikan rasa aman, bebas, hangat, menyenangkan serta penuh kasih sayang. Dengan begitu anak-anak dan suami akan betah tinggal dirumah. Iklim psikologis penuh kasih sayang, keasabaran, ketenangan, dan kehangatan itu memberikan semacam vitamin psikologis yang merangsang pertumbuhan anak-anak menuju pda kedewasaan.

  •  Peran wanita sebagai pengatur rumah tangga.

Dalam hal ini terdapat relasi-relasi formal dan semacam pembagian kerja (devision of labour), dimana suami terutama sekali bertindak sebagai pencari nafkah, dan istri berfungsi sebagai pengurus rumah tangga, tetapi acapkali juga berperan sebagai pencari nafkah. Dalam pengurusan rumah tangga ini sangat penting ialah faktor :

Kemampuan membagi-bagi waktu dan tenaga untuk melakukan 1001 macam tugas pekerjaan rumah, dari subuh dini hari sampai larut malam.

  • Peran sebagai partner hidup.

Bagi sang suami memerlukan :

  1. kebijaksanaan
  2. Mampu berfikir luas.
  3. Sanggup mengikuti gerak langkah / karier suaminya.

Ringkasnya, dalam perkawinan itu diperlukan seorang istri bijaksana, agar bisa kekal ikatan perkawinan. Yaitu istri yang mampu mendampingi suaminya dalam kondisi dan situasi yang bagaimanapun juga, yang sering berubah-ubah kondisi sosial ekonomisnya. Dan bersedia mengasuh serta mendidik anak-anak dengan kesabaran serta kasih sayang. Lagi pula ia terampil mengurus rumah tangganya dengan cara yang tertib, dan hemat secara ekonomis. Dalam iklim keluarga penuh cinta kasih itu anak-anak akan bisa mengembangkan inteligensi untuk menghadapi pelbagai permasalahan hidup, serta mengembangkan sosialitasnya (rasa simpati) terhadap sesama manusia. Dan sang suami akan terdorong untuk maju mencapai karier tertentu.

Wanita diberi tugas oleh Alam untuk mengandung janin keturunannya, yaitu memupuk dan memelihara benih manusia dalam kandungannya selama 280 hari. Sel telur yang terdapat dalam rahim wanita diaktifkan oleh sel sperma laki-laki menjadi janin, maka proses pengaktifan telur menjdi individu atau janin itu di sebut sebagai proses pembuahan.


  •  Aspek pengkajian dalam kesehatan wanita meliputi

1.      Aspek visik

Aspek fisik yang perlu dikaji dalam lingkup kesehatan wanita sama dengan pengkajian yang dilakukan pada manusia dewasa, antara lain :

a.       Kondisi fisik ( tanda-tanda vital).

b.      Nutrisi.

c.       Cairan dan elektrolit.

d.      Higiene personal.

e.       Istirahat-tidur.

f.        Kasih sayang dan seks.

g.       Aktualisasi diri.

h.       Rasa aman dan nyaman.

2.      Aspek spikososial

Aspek spikososial yang dikaji, meliputi

  1. Idantitas seksual → perubahan fisik dan sikap dari wanita yang menunjukan identitasnya sebagai wanita.
  2. Identitas kelompok → kepuasan hidup dalam sebuah kelompok dan penarimaan.
  3. Konsep diri (peran, idr\entitas diri, gambaran diri atau citra tubuh, harga diri).
  4. Kecemasan dan masalah kehidupan.
  5. Kondisi lingkungan sosial.
  6. Faktor pendukung dari keluarga dan masyarakat.
  7. Komunikasi atau hubungan dalam kelompok, keluarga dan masyarakat (perasaan dihargai).

  • Indikator pemantauan

Secara kronologis, setiap wanita mengalami berbagai fase dalam kehidupannya, proses ini berlangsung secara alamiah yang wajar terjadi pada setiap wanita.

Ø      Fase dalam kehidupan wanita
Lahir dan prapubertas

a.       Fisik

  1. Terbantuknya bakal organ seks saat janin berusia 12 minggu.
  2. Sejak bayi, wanita sudah memiliki 2 indung telur.
  3. Pada saat ini sel telur belum matang.
  4. Belum menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan seks sekunder.

b.      Psikososial

Anak perempuan diarahkan untuk mengikuti budaya yang berkembang dilingkungan tempat anak perempuan itu diasuh, misalnya :

  1. Anak perempuan harus jongkok saat BAK sedang anak laki-laki berdiri.
  2. Anak perempuan diajarkan untuk bersolek.
  3. Rambut anak perempuan dibiarkan panjang atau dipotong dengan model yang feminisme.
  4. Anak perempuan dididik untuk bersikap feminim.
Pubertas

a.       Fisik
Mulai terbentuk sel telur matur.
Produksi hormon estrogen karena pengaruh matangnya sel telur.
Mulai tumbuh tanda-tanda seks sekunder, misalnya : Tumbuh payudara.

b.      Psikososial.
Wanita mulai tertarik pada lawan jenis dan mulai merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Reproduksi

a.       Fisik
Wanita mengalami masa menstruasi, dengan keluarnya darah dari vagina.
Wanita memasuki usia reproduktif.
Sel telur dapat dibuahi.
Jika melakukan hubungan intim dengan lawan jenis, wanita dapat hamil.
Bekerjanya hormon indung telur ( estrogen dan progesteron ).

b.      Psikososial
Wanita mualai cemas karena proses menstruasi.
Wanita mulai mencari identitas diri, gambaran diri yang dipengaruhi kelompoknya.
Bergaul dan berkumpul dengan teman-teman yang berjenis kelamin sama.


Premenopouse

a.       Fisik
Kekuatan otot dan kecakap mental mulai mencapai puncaknya.
Dimulai proses penuaan.
Penurunan hormon kewanitaan berangsur menurus.
Proses menstruasi yang tidak teratur.
Perasaan panas disekitar wajah.
Produksi keringat yang berlebihan.
Kulit menjadi kusam dan kasar.
Rambut cenderung kering dan raouh.
Perasaan adanya gangguan dalam hubungan intim.
Kesulitan vagina mengalami Lubrikasi, sehingga timbul rasa tidak nyaman saat bersenggama.

b.      Psikososial

  1. Wanita lebih banyak menarik diri dari lingkungannya.
  2. Wanita lebih sering merasa tersinggung, mudah cemas dan sangat sensitive.
  3. Gelisa karena menghadapi proses penuaan.
Menopause

a.       Fisik
Hilangnya hormon kewanitaan.
Menstruasi tidak muncul lagi.
Organ reproduksi tidak berfungsi lagi.
Berat badan sulit dikendalikan.
Terjadi timbunan lemak di beberapa tempat karena ketiadaan hormon kewanitaan.
Wanita sering mudah merasa lelah.
Penyakit digeneratif ( penyakit jantung, DM, gangguan ginjal dan osteoporosis ) mudah menyerang.

b.      Psikososial

Wanita mulai mencapai kematangan hidup.
Senium

a.       Fisik
Lemasnya otot-otot yang membuat struktur tubuh menjadi bengkok.
Gangguan sendi mulai sering timbul.
Berat badan cenderung berkurang.
Penurunan daya guna tubuh.
Kekuatan otot dari saat usia 20 tahun.
Kekuatan pendengaran pada frekuensi menurun sampai 75%.
Terjadi penurunan intelektual.
Kemungkinan dapat terjadi gangguan otak secara organik.

b.      Psikososial

  1. Terjadi perubahan sifat, misalnya : dari pemurung menjadi periang, dari pemberani menjadi penakut ataub sebaliknya.
  2. Sering timbul perilaku sulit diterima karena terjadi gangguan otak organik.

Saturday, January 8, 2011

SENAM HAMIL

Pengertian Senam Hamil
Ialah suatu bentuk latihan guna memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut. Otot-otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses persalinan

Manfaat Serta Tujuan Senam Hamil

  1. Meningkatkan kebutuhan oksigen dalam otot
  2. Meningkatkan peredaran darah
  3. Meningkatkan kebugaran dan kekuatan otot
  4. Memperlancar persalinan
  5. Mengurangi keletihan
  6. Meredakan sakit punggung dan sembelit
  7. Menenangkan pikiran dan tubuh

Waktu Pelaksanaan Senam Hamil

Senam hamil dianjurkan dilakukan ketika janin dalam kandungan telah berusia lebih dari 3 bulan. Pelekatan janin pada uterus kurang kuat hal ini dimaksudkan untuk mengurangi abortus.

Pelatihan Senam Hamil


senam hamil
  1. Duduk bersila dan tegak, kedua lengan mengarah ke depan dan santai. Lakukan sebanyak mungkin dalam posisi sehari-hari
  2. Sikap merangkak, jarak antara kedua langan sama dengan jarak antara kedua bahu. Keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dengan badan sejajar lantai. Lakukan gerakan ini: Tundukkan kepala, lihat perut bagian bawah dan pinggang diangkat sambil mengempiskan perut dan mengerutkan lubang anus. Selanjutnya turunkan pinggang dengan mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot dinding perut dan otot dasar panggul. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
  3. Lakukan sikap merangkak dengan meletakkan kepala di antara kedua tangan lalu menoleh ke samping kanan/kiri, selanjutnya turunkan badan hingga dada menyentuh kasur dengan menggeser siku sejauh mungkin ke samping. Bertahanlah pada posisi tersebut selama 1 menit, kemudian tingkatkan menjadi 5-10 menit atau sesuai kekuatan ibu hamil
  4. Berbaring miring ke kiri (lebih baik ke arah punggung bayi), lutu kanan diletakkan di depan lutut kiri (ganjal dengan bantal). Lengan kanan ditekuk di depan dan lengan kiri letakkkan di belakang
  5. Berbaring miring, kedua lutut dan kedua lengan ditekuk, bawah kepala diberi bantal, demikian juga bawah perut agar perut tidak menggantung. Tutup mata, tenang, atur nafas dengan berirama
  6. Berbaring telentang, pegang kedua lutut dengan kedua tangan dan rileks. Lakukan kegiatan berikut: Buka mulut secukupnya, tarik nafas dalam semaksimal mungkin, ketupkan. Mengejanlah seperti buang air besar, gerakan badan ke bawah dan ke depan. Setelah tak dapat menahan lelah, kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan ini 3-4 kali dengan interval 2 menit.

Tanda dan Gejala Senam Hamil Harus Dihentikan

Ada beberapa tanda dan gejala senam hamil harus dihentikan, antara lain:

1. Timbul rasa nyeri, terutama nyeri dada, nyeri kepala dan nyeri pada persendian.

2. Kontraksi rahim yang lebih sering (interval <20 menit).

3. Perdarahan pervaginaan, keluarnya cairan ketuban.

4. Nafas pendek yang berlebihan.

5. Denyut jantung yang meningkat (> 140 x/menit).

6. Mual dan muntah yang menetap.

7. Kesulitan jalan.

8. Pembengkakan yang menyeluruh.

9. Aktifitas janin yang berkurang

Wednesday, October 13, 2010

Cara Memasang Infus

 Cara Memasang Infus


Infus IV adalah tindakan memasukkan cairan steril kedalam sirkulasi darah ( buku ajar praktik kebidanan hal 329)
Infus adalah memasukkan cairan (cairan obat atau makanan0 dalam jumlah yang banyak dan waktu yang lama kedalam vena dengan menggunakan perangkat infuse secara bertetes (pedoman perawatan ruangan hal 14)
Pemberian cairan melalui infuse merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien dengan cara memasukkan cairan melalui intra vena dengan bantuan perangkat infuse (KDPKhal 55)
2.      Tujuan
-          Sebagai tindakan pengobatan
-          Mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan dan elektrolit
-          Sebagai makanan untuk pasien yang tidak dapat/tidak boleh makan melalui mulut
3.      Indikasi
a.       Dehidrasi
b.      Syok
c.       Intoksikasi berat
d.      Pra dan Pasca bedah tertentu
e.       Sebelum tranfusi darah
f.       Yang tidak bisa/tidak boleh makan minum melalui mulut
g.      Yang memerlukan pengobatan tertentu
h.      Hipovelimia
i.        Pemberian obat-obatan
4.      Macam-macam cairan infuse
6.1.      Riner Laktat 5%                : Dehidrasi
6.2.      Diktose 5%                       : Nutrisi untuk orang dewasa
6.3.      Pizet /Nacl 09%                : untuk pasien sebelum transfuse darah
6.4.      Kn 2B dan Kn 3B             : untuk dehidrasi pada bayi
6.5.      Martos                               : Komplikasi
6.6.      Filmahes                            : Untuk komplikasi hilangnya kesadaran
6.7.      Asering                              : Panas
6.8.      Glukosa 5%, 10 %            : DM
5.      Bahaya pemasangan infuse
6.1.Flebitis         : Radang pada pembuluh darah
6.2.Ishemia         : Pembuluh darah kemasukan udara
6.3.Hematoma    : Pembekuan udara
6.4.Emboli          : Adanya udara pada pembuluh darah
6.5.Trombosis     : Penyumbatan pada pembuluh darah (ada yang beku dan ada yang tidak
6.      Langkah-langkah
6.1.Persiapan alat
-    Standart infuse
-    Perangkat infuse
-    Cairan sesuai dengan kebutuhan pasien
-    Jarum infuse / abocatth
-    Pengalas
-    Tourniquet / pembendung
-    Kapas alcohol 70%
-    Plester
-    Gunting
-    Kassa steri
-    Bethadine
-    Handscoen
-    Bengkok
-    Tempat sampat, alat pencuci tangan (sabun, handuk kering)
6.2.Persiapan Pasien
-    Pasien diposisikan ditempat tidur senyaman mungkin
-    Memberi tahu pasien tindakan yang akan dilakuakn
-    Membuka lengan baju pada daerah yang akan diinfus
6.3.Persiapan Petugas
-          Mencuci tangan
-          Mendekatkan alat ke pasien dan memakai handscoen
-          Perlak dan alasnya dipasang dibawah anggota badan yang akan diinfus
-          Siapkan infuse set, pastikan klem dalam keadaan terkunci lalu pasangkan pada botol cairan
-          Botol cairan digantung pada standart infuse
-          Isi tabung tetesan secukupnya jangan terlalu penuh
-          Buka klem dan alirkan cairan dalam selang infuse secara perlahan sampai udara tidak ada pada selang infuse kemudian tutup kembali dengan klem
-          Lengan pasien bagian atas dibendung dengan tourniquet
-          Daerah/tempat untuk menusuk vena di disinfeksika lalu jarum (abocath) ditusukkan ke vena dengan lubang jarum menghadap keatas
-          Bila berhasil darah akan keluar, jarum ditarik sedikit kemudian abocat dimasukkan hingga penuh.
-          Torniquet dilepas, jarum ditarik ujung abocat pada tempat tusukan ditekan, kemudian serubung / pasang selang infuse, keluarkan cairan sedikit biar udara diujung selang tidak masuk vena
-          Klem di longgarkan untuk melihat kelancaran tetesan
-          Bila tetesan lancer, beri betadine pada daerah yang ditusuk jarum kemudian fiksasi dengan plaster
-          Jarum dan tempat tusukan di tutup
-          Tetesan diatur sesuai dengan yang ditentukan
-          Anggota yang dipasang infuse, diatur letaknya agar jarum (abocat) tidak bergeser, bila perlu pasang spalk
-          Merapikan pasien dan mengatur dalam posisi yang nyaman
-          Membereskan alat-alat dan melepas handscoon
-          Mencuci tangan
-          Mencatat tindakan yang telah dilakukan
-          Bila pemberian infuse telah selesai cara melepas:
Infus distop plester dilepas kemudian jarum dicabut bekas tusukan ditekan kapas alcohol, lalu ditutup dengan plester.
Perhatian :
a.       Kelancaran cairan dan jumlah tetesan harus tepat
b.      Pada tempat pemasangan infuse bila terjadi flebitis ditutup dan dipindahkan pemasangannya dibagian lain
c.       Reaksi pasien selama 15 menit pertama, bila pasien timbul alergi missal : menggigil, shock infuse segera diperlambat tetesannya. Kalau perlu distop dan memberitahu dokter
d.      Catatan pemberian infus dibuat secara terperinci dan dicatat
-          Tanggal, hari, jam dilakukan
-          Macam cairan, banyak dan jumlah tetesan permenit
-          Keadaan umum pasien, tekanan darah, nadi selama pemberian infuse
-          Reaksi pasien terhadap cairan yang diberikan
-          Nama dokter dan petugas yang bertanggung jawab
e.       Siapkan cairan untuk emberian selanjutnya agar botol tidak kosong dan berbahaya

Cara menghitung tetesan Infus
Untuk Makro (dewasa0
Untuk Mikro

Lokasi Pemasangan Infus
1.      Tangan bagian depan
-          Vena dorsal metacarpal
-          Vena cepalika
-          Vena basalika
2.      Tangan Bagian belakang
-          Tangan bagian depan
-          Vena Radialis
-          Vena Antebracial

Sunday, August 1, 2010

PIJAT BAYI

Sebagian dokter memang tidak menyarankan untuk melakukan pijat bayi dengan alasan kesehatan pencernaan, namun demikian ada sebuah rumah sakit yang ternyata banyak menyediakan tenaga pijat bayi dari bidan-bidan yang berpengalaman. Seperti apa sebetulnya yang bagus untuk bayi kita dan bagaimana cara yang baik untuk melakukan pijat bayi?

MANFAAT PIJAT BAYI

Menurut penelitian dari beberapa bayi prematur, pijat bayi yang dilakukan mampu meningkatkan perkembangan fisik dan mental dari bayi prematur. Berat badan bayi prematur juga dapat meningkat hingga maksimal 40 persen dibanding bayi prematur yang tidak dipijat.
Secara tidak langsung pijat bayi akan menyebabkan bayi menjadi mudah lapar. Karena hal inilah bayi akan meminum lebih banyak asi sehingga produksi asi pada ibu juga meningkat dan berat badan bayipun bertambah.

PERSIAPAN PIJAT BAYI

Pijat Bayi sangatlah mudah dilakukan. Bahkan orang tua dapat melakukan hal ini. Untuk memijat bayi pastikan anda telah melakukan beberapa persiapan untuk memijat bayi yaitu cuci tangan hingga bersih dan pastikan anda telah memotong kuku dan lepaslah perhiasan yang dapat melukai bayi. Siapkan ruang pijat yang hangat lembut dan tidak pengap.

Karena bayi akan dipijat di berbagai bagian tubuhnya, usahakan agar dia tidak dalam keadaan lapar. Untuk itu pastikan bayi telah melewatkan waktu makannya terlebih dahulu sebelum dipijat. Berkomunikasilah kepada bayi bahwa anda akan melakukan pemijatan agar bayi tidak takut dan rewel. Sampaikan hal ini dengan cara mengajak berbicara atau menyentuhnya dengan lembut.

CARA PIJAT BAYI : BAGIAN KAKI

Untuk memijat bagian kaki, hendaknya dimulai dengan memegang kaki bayi pada pangkal paha seperti cara memegang pemukul softball. Gerakan memijat cukup dilakukan dengan cara menggerakkan tangan ke arah mata kaki secara bergantian kaki kiri dan kaki kanan. Ibu bisa melakukan kombinasi gerakan dengan memgang pangkal paha secara bersamaan kemudian memutar kaki bayi dengan lembut kearah mata kaki.

Urut juga bagian telapak kaki dengan dua ibu jari secara bergantian dari tumit ke seluruh telapak kaki. Pijat jari kaki dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki satu persatu dengan lembut. Akhiri gerakan tersebut dengan tarikan lembut disetiap ujung jari. Selanjutnya putar pergelangan kaki perlahan dan Usap kaki bayi dengan tekanan lembut dari pangkal paha hingga akhir.

CARA PIJAT BAYI : BAGIAN PERUT

Untuk memijat bagian perut bayi, ibu bisa melakukan gerakan mengayuh sepeda dari atas kebawah. Pijatlah perut ayi dari baguan kiri atas ke bawah dengan menggunakan jari - jari tangan membentuk huruf I lalu L terbalik.

Beberapa dokter dan bidan tidak menyarankan untuk menekan perut bayi terlalu dalam. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan tata letak usus dan karena hal inilah beberapa dokter tidak menyarankan pijat bayi. Untuk itu hendaknya ibu memastikan gerakan ini dilakukan secara perlahan.

CARA PIJAT BAYI : BAGIAN DADA DAN PUNGGUNG

Untuk memijat bagian dada bayi, ibu bisa melakukan gerakan ke atas bawah pada leher belakang. Lanjutkan dengan gerakan pijat untuk tulang selangka ke arah kiri kanan dengan membentuk gambar jantung.

Untuk memijat punggung bayi, pertama-tama tengkurapkan bayi melintang dari agar anda. Pijat punggung dengan gerakan maju mundur sepanjang punggung mulai dari pantat hingga leher. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari mulai batas punggung sampai dengan pantat.

CARA PIJAT BAYI : BAGIAN LENGAN

Pemijatan pada bagian lengan dapat dilakukan dengan cara memeras dan memutar lengan bayi dari arah pundak menuju pergelangan tangan. Setelah itu pijatlah telapak tangan dengan ibu jari mulai telapak hingga jari tangan bayi. Lakukan usapan lembut pada punggung tangan dari arah pergelangan ke jari-jari. Peras sekeliling pergelangan tangan dengan ibu jari dan telunjuk.

CARA PIJAT BAYI : BAGIAN MUKA

Untuk melakukan pemijatan pada bagian muka bayi cukup dilakukan dengan cara meletakkan ibu jari diantara alis mata si bayi. Lakukan pemijatan menggunakan ibu jari secara lembut pada alis dan di atas kelopak mata. Pijat dari pertengahan alis turun ke bawah melalui samping lipatan hidung.

PIJATAN SETELAH MELAHIRKAN

Pijat atau urut oleh pijat panggilan, sudah dikenal sejak lama, sejak zaman kerajaan di Pulau Jawa. Pada masa itu, masyarakat Jawa menyebut pijat dengan istilah urut dan digunakan sebagai sarana kesehatan. Contohnya, ibu-ibu yang akan melahirkan/bersalin ditolong oleh dukun bayi. Jika terjadi kelainan, seperti posisi janin tidak benar, akan dirawat/ditangani oleh dukun bayi yang ahli atau tukang pijat panggilan. Begitu pula saat kelahirannnya.

Pertanyaannya, apakah pijat oleh pijat Bekasi hanya digunakan untuk pengobatan? Jawabannya tidak. Pijat oleh tukang pijat juga mempunyai manfaat atau kegunaan lain, seperti relaksasi (santai), antara lain dengan lulur dan creambath. Dengan lulur, selaput otot menjadi kenyal. Pori-pori jadi hangat, dan kulit jadi mulus. Selain itu badan akan menjadi rileks. Sedangkan pijat creambath, akan membuat akar-akar rambut menjadi kuat. Kulit di seputar leher dan wajah tidak cepat keriput. Juga, kelopak mata jadi segar dan saraf-saraf telinga menjadi sensisif.

Jadi, tujuan pijat oleh pijat panggilan adalah membuat badan menjadi sehat. Secara singkat, pijat oleh tukang pijat panggilan mempunyai sejumlah tujuan antara lain :
- melancarklan peredaran darah
- memberikan relaksasi pada urat dan syaraf
- memberikan kekenyalan pada otot,
- membantu pembentukan tonus yakni cairan yang dihasilkan dari kelenjar Thyroid, serta melancarkan metabolisme tubuh.
- Memberikan kenyaman serta kehangatan terhadap tubuh.
Pijat di pijat Bekasi, bisa digunakan pada semua tingkatan usia. Baik anak-anak, maupun orang tua (dewasa). Lebih bagus lagi, pijat oleh tukang pijat penting untuk perawatan orang-orang lanjut usia (manula) serta olahragawan. Sebab dengan pijat, peredaran darah jadi lancar, dan badan sehat.

Jadi, selain relaksasi, pijat bisa dimanfaatkan untuk pengobatan sejumlah penyakit yang tidak disebabkan oleh jamur atau virus/bakteri. Hanya saja, pijat tidak boleh atau pantang dilakukan terhadap wanita yang sedang hamil muda (1-5 bulan) karena amat berisiko. Pijat untuk wanita hamil hanya boleh dilakukan pada bagian-bagian tertentu seperti tangan dan kaki, serta punggung, dan leher.
Pinggul, perut dan pinggang tidak boleh diurut. (SKW Dahono)
Pijat atau urut, sudah dikenal sejak lama, sejak zaman kerajaan di Pulau Jawa. Pada masa itu, masyarakat Jawa menyebut pijat dengan istilah urut dan digunakan sebagai sarana kesehatan.

Contohnya, ibu-ibu yang akan melahirkan/bersalin ditolong oleh dukun bayi. Jika terjadi kelainan, seperti posisi janin tidak benar, akan dirawat/ditangani oleh dukun bayi yang ahli. Begitu pula saat kelahirannnya.

Bahkan sesudah bersalin, selama 35 hari, sang ibu harus mendapat perawatan agar urat-urat kaki tidak menonjol keluar, selaput urat perut tidak membesar (gemuk-gombyor), kulit tetap kencang dan badan sehat. Sang bayipun demikian, selama 40 hari, setiap dua hari sekali, harus dirawat agar pertumbuhannya baik, tidak rewel, ceria dan sehat.

Selain itu orang yang masuk angin, badan ngilu dan pegal-pegal juga perlu tukang urut agar peredaran darah lancar, stamina meningkat dan badan nyaman.
Pada 1960, di Solo berdiri sebuah panti/yayasan rehabilitasi penderita cacat yang diberi nama RC Prof Soeharso. Waktu itu mereka mendatangkan buku-buku mengenai ilmu pijat dari Jerman, antara lain buku teori pijat karangan Prof Thomson, karangan Dr Gouwh, dan Prof Gova. Mereka juga mendatangkan sejumlah buku pengetahuan mengenai anatomi, patologi dan psikologi.

Sejak itu, pijat atau urut lebih dikenal dengan sebutan keren:
massage. Mereka yang telah mengikuti pendidikan mengenai cara-cara memijat, lulus ujian dan memperoleh sertfikat, disebut masseur atau juru pijat.

Pertanyaannya, apakah pijat hanya digunakan untuk pengobatan? Jawabannya tidak. Pijat
massage juga mempunyai manfaat atau kegunaan lain, seperti relaksasi (santai), antara lain dengan lulur dan creambath. Dengan lulur, selaput otot menjadi kenyal. Pori-pori jadi hangat, dan kulit jadi mulus. Selain itu badan akan menjadi rileks.

Sedangkan creambath, akan membuat akar-akar rambut menjadi kuat.
Kulit di seputar leher dan wajah tidak cepat keriput. Juga, kelopak mata jadi segar dan saraf-saraf telinga menjadi sensisif.

Jadi, tujuan pijat
massages adalah membuat badan menjadi sehat. Secara singkat, pijat mempunyai sejumlah tujuan antara lain.

- melancarklan peredaran darah

- memberikan relaksasi pada urat dan syaraf

- memberikan kekenyalan pada otot,

- membantu pembentukan tonus yakni cairan yang dihasilkan dari kelenjar Thyroid, serta melancarkan metabolisme tubuh.

- Memberikan kenyaman serta kehangatan terhadap tubuh,

Pijat
massages, bisa digunakan pada semua tingkatan usia. Baik anak-anak, maupun orang tua (dewasa). Lebih bagus lagi, pijat penting untuk perawatan orang-orang lanjut usia (manula) serta olahragawan. Sebab dengan pijat, peredaran darah jadi lancar, dan badan sehat.

Jadi, selain relaksasi, pijat bisa dimanfaatkan untuk pengobatan sejumlah penyakit yang tidak disebabkan oleh jamur atau virus/bakteri. Hanya saja, pijat tidak boleh atau pantang dilakukan terhadap wanita yang sedang hamil muda (1-5 bulan) karena amat berisiko. Pijat untuk wanita hamil hanya boleh dilakukan pada bagian-bagian tertentu seperti tangan dan kaki, serta punggung, dan leher. Pinggul, perut dan pinggang tidak boleh diurut.

Monday, October 26, 2009

KEBUTUHAN PSIKOLOGI MATERNAL PERSIAPAN MENJADI ORANG TUA

a. Tujuan Umum
- Agar dapat mengetahui tentang Asuhan Kebidanan I (Kehamilan).
b. Tujuan Khusus
- Memahami tentang kehamilan
- Mengetahui tentang trimester pertama sampai ketiga
- Mengetahui fase-fase penyesuaian maternal



Wednesday, October 21, 2009

Kebutuhan Dasar Manusia Aktifitas dan Latihan

MENGANGKAT DENGAN BENAR

A. Tujuan
B. Langkah-Langkah
C. Kewaspadaan Perawat
D. Penyuluhan Klien
E. Pertimbangan Garietri

PENGATURAN POSISI DI ATAS TEMPAT TIDUR

  1. POSISI FOWLER
  2. POSISI ORTOPNEA
  3. POSISI TERLENTANG (SUPINASI)
  4. POSISI TELUNGKUP (PRONASI)/ TENGKURAP.
  5. POSISI LATERAL / MIRING (SIDE LYING)
  6. POSISI SIMS / SEMI TENGKURAP
MEMINDAHKAN DAN MENATA POSISI KLIEN
DI ATAS TEMPAT TIDUR

I. Menaikkan Posisi Klien Yang Melorot Keatas Tempat Tidur.
II. Membantu Klien Bangun Dari Tempat Tidur
MEMBANTU KLIEN PADA POSISI DUDUK
MEMBANTU KLIEN UNTUK POSISI DUDUK
PADA TEPI TEMPAT TIDUR
MEMINDAHKAN KLIEN DARI TEMPAT TIDUR KE KURSI
BERJALAN DENGAN KRUK

Interested for our works and services?
Get more of our update !